Bupati Tabalong Klaim Angka Kesembuhan Covid-19 Capai 97 Persen

TANJUNG, klikkalsel.com – Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani, mengklaim angka kesembuhan pasien Covid-19 di Bumi Sarabakawa mencapai 97 persen.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan tim Kemenkes RI di Aula Tanjung Puri, Sekretariat Daerah Tabalong, Rabu (30/9/2020).

“Dari data update Covid-19 Tabalong, Selasa kemarin, pasien yang terkonfirmasi positif ada 340 orang, sembuh 330 orang, meninggal delapan orang dan dalam perawatan dua orang,” jelas Anang.

Dalam upayanya untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19, Anang mengatakan pihaknya sejak 16 Maret lalu telah mendirikan posko screening test di setiap titik perbatasan Tabalong.

Hal itu dikarenakan, Tabalong berada di lintasan tiga provinsi sehingga di Tabalong rawan penyebaran Covid-19.

“Total jumlah yang di screening 385.198 orang sekitar empat bulan, dari data tersebut yang suhu badannya di atas rata-rata lebih banyak warga luar Tabalong,” ungkapnya.

Selain melalui posko, pihaknya juga sudah melakukan 3T yaitu tracing, testing dan treatment.

“Seperti treatment kita lakukan bukan hanya orang yang di isolasi saja tapi diberikan kepada orang yang hasil tracing dilihat ada gejala sebelum swab sudah di treatment juga,” ujarnya.

Tak hanya itu, Anang juga mengatakan, pihaknya telah melakukan program swab masif yang dicanangkan oleh Gugus Tugas Provinsi Kalsel.

“Swab masif dilakukan kita dapat jatah 766, yang positif hanya 5,74 persen. Jadi kecenderungan di Tabalong pasien generasi milenial usia 20 hingga 30 tahun, pasien anak-anak dan orangtua tidak ada lagi,” jelasnya.

Sedangkan, untuk memenuhi kriteria WHO dan Kemenkes 1 persen dari jumlah penduduk, Anang menyampaikan, pihaknya baru-baru tadi kembali mengirim sebanyak 250 sampel swab.

“Saat ini sudah 2 ribuan yang di kirim, tinggal 500 sampel lagi kita kirim,” terangnya.

Upaya pencegahan lainnya, dikatakan Anang, pihaknya mencanangkan gerakan sejuta masker yang nantinya akan dibagikan kepada seluruh warga Tabalong.

Tabalong juga membuat aplikasi wajib masker (Waker), aplikasi ini untuk mendata dan mengetahui pelanggar yang tidak disiplin menggunakan masker.

Kemudian dalam implementasi pencegahan Covid-19, Anang juga telah mengeluarkan Perbup no 26 tentang penegakan disiplin protokol kesehatan.

“Perbup no 26 sedang kita proses untuk ditingkatkan menjadi Peraturan Daerah. Kita masih membicarakan soal sanksi, jadi yang paling utama sanksi kita apabila tidak memakai masker yaitu suruh kembali pulang dan membeli masker sementara ini,” tuturnya.

Anang menambahkan, kegiatan pencegahan Covid-19 juga didukung oleh berbagai pihak baik dari TNI Polri, pihak perusahaan, perbankan dan organisasi lainnya.

“Sosialisasi penerapan protokol kesehatan juga dilakukan baik oleh jajaran petugas dan lewat televisi lokal,” imbuhnya.

Terpisah, Tim Task Force Kemenkes RI Percepatan Penurunan Kasus Covid-19 Wilayah Kalsel, Abdurrahman, mengatakan kunjungan ini dalam rangka percepatan penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

“Karena hasil evaluasi terakhir yang dilakukan oleh pusat, bahwa ada sembilan provinsi yang kasusnya masih tinggi dibanding dengan provinsi yang lain. Salah satunya termasuk Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Namun begitu, dirinya mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tabalong yang dapat dapat mengendalikan laju penyebaran Covid-19.

“Kami apresiasi karena kasusnya dapat terkendali di sini. Walaupun kami lihat di grafik ada sedikit fluktuasi,” ujar Abdurrahman.

Terkait tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 di Tabalong yang mencapai 97 persen, Abdurrahman menilai hal itu merupakan kabar yang sangat menggembirakan.

“Karena secara teori angka kesembuhan itu idealnya 80 presen dan kesembuhan nasional kita 78 persen,” pungkasnya.(arif)

Editor : Amran