Religi  

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

ILUSTRASI - Berbakti kepada orang tua.
ILUSTRASI – Berbakti kepada orang tua.

SEORANG anak wajib berbakti kepada kedua orang tua, sekalipun sudah berkeluarga tidak menggugurkan kewajiban tersebut.


Dalam pandangan Islam masalah bakti kepada orang tua adalah sangat penting. Bahkan setiap manusia beriman diperintahkan agar tidak durhaka terhadap orang tua.

Dalam Al Quran Allah berfirman, “Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” [Al-Israa’ : 23-24]

Tidak itu saja, perintah Allah SWT untuk bakti kepada kedua orang tua juga ada dalam surah An Nisa.
“Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil [1], dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” [An-Nisaa’ : 36].

Tidak hanya itu, perintah dan taat kepada orang tua juga diperintahkan pada Surah Lukman 14-15 Al-Ahqaaf : 15-16, Al Baqarah : 215.

Sedangkan tentang anak durhaka kepada kedua orang tuanya terdapat di dalam surat Al-Ahqaaf ayat 17-20.

Tapi, anak dibolehkan atau dianjurkan tidak mematuhi orang tua yang kafir, jika mereka mengajak kepada kekafiran.

Ditegaskan dalam surat al-‘Ankabuut ayat 8, “Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” [Al-‘Ankabuut (29): 8]

Jadi, kata Ustad Mubarak, anak berbakti kepada orang tua dan memberikan hak orang tua termasuk umat yang selalu taat pada Allah .

“Maka wajib pd kita berbakti pd orang tua. Kecuali orang tua yang menyekutukan Allah, seperti pada Surah Lukman,” ucapnya dalam tausiah usai sholat subuh berjamaah di Masjid Jami, Jumat (2/2).

Berbakti kepada orang tua adalah amalan paling baik. Nabi Muhammad SAW bersabda, amalan yang paling baik adalah sholat pada waktunya, lalu berbakti kepada kedua orang tua, baru setelahnya jihad.
Kepada orang tua seorang anak tidak boleh menghardik, membantah apalagi sampai menyakiti hatinya. “Itu tidak boleh, karena akan durhaka pada orang tua,” sebutnya.

Bahkan, Rasullah bersabda ketika seorang mau hijrah dan jihad, harus mendahulukan bakti kepada orang tua. Apalagi mau jihad pun harus restu orang tua.
Harta yang ada didiri kita adalah milik orang tua, maka wajib mengeluarkan untuk memelihara orang tua yang masih hidup. Sebab, banyak orang sukses di dunia karana do’a dan bakti kepada orang tua.

Rasulullah juga mengingatkan untuk tidak mencela orang tua dan tak mencela orang lain. Sebab, seseorang mencela orang tua orang lain sama saja mencela orang tua sendiri.

Hak hak orang tua setelah meninggal dunia adalah mendoakan kedua orang tuanya. “Selagi beristagfar pada orang tua untuk memintakan ampunan Allah,” tandas Ustad.(*)

Oleh : H Sukhrowardi (Gerakan Sholat Subuh Berjamaah)
Editor : Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.