MARABAHAN, klikkalsel.com – Memasuki usia ke-30 tahun, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) mempercepat pengembangan kampus dengan memulai pembangunan Fakultas Kedokteran, membuka lima program studi baru, hingga memperkenalkan identitas visual baru.
Di tengah ekspansi tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., mengingatkan agar pertumbuhan kampus tidak hanya diukur dari banyaknya mahasiswa.
Pesan itu disampaikan Haedar saat menghadiri dan meresmikan rangkaian peletakan batu pertama Gedung Fakultas Kedokteran UMBJM, pembangunan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Selatan di Kampus 3 UMBJM, Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Barito Kuala, Jumat (24/7/2026).
Menurut Prof. Haedar, peningkatan jumlah mahasiswa setiap tahun harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan.
“Yang tidak kalah penting dari kuantitas adalah kualitas. Mahasiswa yang masuk ke UM Banjarmasin dan ketika lulus harus menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki kompetensi, dan siap menghadapi tantangan di mana pun,” ujarnya.
Ia menegaskan, perguruan tinggi Muhammadiyah harus mampu bersaing di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang semakin ketat, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Karena itu, UMBJM didorong memperluas kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, industri, hingga mitra luar negeri untuk memperkuat kualitas lulusan.
“Kalau itu dilakukan, insya Allah UM Banjarmasin akan menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berkualitas. Apalagi jika tahun ini Fakultas Kedokteran memperoleh izin, tentu akan menjadi kebanggaan seluruh civitas akademika,” katanya.
Baca Juga : UMBJM Dirikan Fakultas Kedokteran, Ketum PP Muhammadiyah : Berpotensi Jadi Center of Excellence di Kalsel
Baca Juga : Prihatin IPP Kalsel Rendah, Pemuda Muhammadiyah Banjarmasin Audensi ke Fraksi Golkar
Komitmen itu mulai diwujudkan melalui pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran di Kampus 3 UMBJM. Dalam momentum milad tersebut, kampus juga meluncurkan logo dan tampilan website baru sebagai bagian dari transformasi institusi.
Rektor UMBJM, Prof. Dr. H. Khudzaifah Dimyati, S.H., M.Hum., mengatakan kampus juga telah mengantongi izin pembukaan lima program studi baru. Empat di antaranya merupakan program sarjana, yakni Manajemen, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Hukum, serta satu Program Diploma III Bahasa Inggris.
Khudzaifah mengakui proses pembentukan Fakultas Kedokteran cukup panjang. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah tersedianya 26 dokter sebagai dosen tetap.
“Dukungan dari jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah sangat luar biasa. Kami dibantu banyak pihak hingga akhirnya bisa memenuhi kebutuhan 26 dokter dan memperoleh rekomendasi dari Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
UMBJM kini menargetkan proses pendirian Fakultas Kedokteran dapat menjalani visitasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada akhir 2026.
Mewakili Gubernur H. Muhidin, Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin menilai perjalanan UMBJM dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah hingga menjadi universitas menunjukkan perkembangan yang konsisten.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.
“Kampus tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pusat lahirnya inovasi, riset, kewirausahaan, dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” tandasnya.
Setelah agenda di Kampus 3, rombongan PP Muhammadiyah melanjutkan kegiatan dengan meresmikan MentariMu Mart di Kampus 1 UMBJM serta penambahan 20 ruang rawat inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin, Jalan S. Parman. (rizqan)
Editor: Abadi






