MARABAHAN, klikkalsel.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sekitar kawasan Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (7/10/2026).
Kobaran api yang berada di sekitar area kampus membuat asap pekat mengepung lingkungan Uniska. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas belajar mengajar hingga pihak kampus memutuskan untuk meliburkan kegiatan perkuliahan sementara.

Rektor Uniska Muhammad Arsyad Al Banjari, Prof. Dr. H. Mohammad Zainul, mengatakan keputusan tersebut diambil untuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan mahasiswa dan civitas akademika.
“Diliburkan karena asap terlalu pekat, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya saat ditemui dilokasi.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup berisiko, terutama bagi mahasiswa yang memiliki riwayat penyakit asma.
“Apalagi ada mahasiswa yang memiliki penyakit asma, akan berisiko,” ujarnya.
Baca Juga : Kebakaran di Simpang Belitung, Api Diduga Berawal dari Bangunan yang Tengah Dibongkar
Baca Juga : Kebakaran di Belitung Laut Hanguskan Satu Rumah Dinas Polisi

Ia menyebut, asap karhutla setidaknya mengganggu aktivitas belajar mengajar pada hari ini. Pihak kampus masih memantau perkembangan kondisi di sekitar lokasi.
“Ini mengganggu aktivitas belajar, minimal hari ini. Kedepannya kita lihat kondisi,” katanya.
Zainul menegaskan, persoalan utama bukan hanya keberadaan api, tetapi asap pekat yang masuk dan menyelimuti kawasan kampus sehingga mengganggu aktivitas warga kampus.
Diketahui, karhutla di sekitar kawasan Uniska terjadi sejak Selasa (6/10/2026) kemarin sore.

Api sempat berhasil dipadamkan, namun kembali muncul sekitar pukul 09.30 Wita, Rabu pagi.
Sejumlah petugas pemadam kebakaran swasta hingga kini masih berjibaku melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas dan mendekati kawasan kampus.
Dalam upaya pemadaman tersebut, terpantau satu unit helikopter turut dikerahkan untuk membantu menangani karhutla yang mengepung kawasan Uniska di Handil Bakti. (airlangga)
Editor: Abadi







