Atlet Menembak Kalsel Tak Punya Lapangan Pribadi

Salah satu atlet menembak Wasaka melakukan latihan rutin.(foto: nuha/klikkalsel)
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Altet Cabang Olahraga (Cabor) Menembak Waja Sampai Kaputing (Wasaka), mendapatkan tugas berat untuk mempersembahkan empat medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Provinsi Papua.
Dalam ajang multi empat tahunan ini para atlet Wasaka dituntut untuk bisa mempersembahkan 13 emas, biliar dengan target dua emas, dayung satu emas, gulat dua emas lalu Kempo dan Wushu masing masing satu emas dan menembak paling banyak dengan empat emas.
Hampir setiap hari kecuali Minggu atlet menembak giat berlatih, sejak pukul 16.00 sampai kurang lebih pukul 21.00 Wita. Baik atlet profesional maupun pemula berkumpul di Lapangan Pengprov Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kalsel.
“Waktu latihan tidak bisa kita tekankan, karena anak-anak ada yang masih sekolah dan kursus sehingga latihan dilakukan sore hari sampai dengan malam,” kata Pelatih Kepala menembak Wasaka, Darmawan Budiman, Selasa (31/03/2020).
Iwan sapaan Darmawan Budiman yang telah melatih sejak tahun
2007 ini mengatakan, Lapangan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin Kalsel bukan milik atlet menembak melainkan milik Ketua Perbakin Provinsi Kalsel.
“Kita tidak memiliki lapangan tembak, kalau ini dipinjamkan oleh Ketua Pengprov Perbakin Kalsel untuk latihan atlet menembak, bersama dengan penggunaan listriknya semuanya gratis,” ucapnya.
Pelatih menembak Wasaka memberikan arahan kepada atlet.(foto: nuha/klikkalsel)
Iwan menambahkan, beberapa waktu lalu Pemerintah Daerah menjanjikan lapangan tembak untuk atlet berlatih. Namun hingga kini janji tersebut belum terealisasikan.
“Pernah juga ada opsi lapangan di luar daerah tetapi kita tidak setuju, sebab kita merasa kasihan kepada anak-anak kalau jauh dari rumah. Apalagi pulang latihan biasanya malam hari, jelas orang tuanya juga tidak setuju,” imbuh Iwan.
Ia berharap, pemerintah dapat memberikan fasilitas kepada atlet menembak Kalsel dan diharapkan lokasinya strategis atau tidak terletak di luar kota.
“Kalau bisa tempat latihannya berada ditengah kota, ini agar atlet profesional maupun pemula bisa dengan mudah datang untuk terus giat berlatih,” tuturnya.(nuha)
Editor : Amran