BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK memastikan sektor kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam penyusunan APBD 2027.
Diketahui APBD 2027, kemampuan keuangan daerah diperkirakan sekitar Rp8 triliun.
Pernyataan itu disampaikan Supian HK di sela rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, rapat tersebut menjadi forum bagi seluruh SKPD untuk memaparkan program kerja beserta kebutuhan anggaran yang diusulkan pada tahun depan.
“Nanti Banggar DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan mengoreksi usulan tersebut, apakah perlu ditambah atau justru dikurangi,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu menegaskan, untuk sektor infrastruktur tidak seluruh usulan otomatis disetujui. Pemerintah akan melihat tingkat urgensi program serta manfaatnya bagi masyarakat.
“Kalau memang mendesak dan berdampak langsung kepada masyarakat tentu akan diprioritaskan. Tapi tidak semua bisa direalisasikan,” katanya.
Baca Juga : Ruang Sidang Korupsi Mantan Kepala KPP Madya Banjarmasin Mendadak Gelap
Baca Juga : Rumah Gubernur Kalsel Ikut Padam, Muhidin Ajak Warga Kalsel Hemat Listrik 40 Persen
Selain kesehatan dan pendidikan, anggaran untuk kesejahteraan masyarakat, terutama penanggulangan bencana, juga menjadi perhatian dalam penyusunan APBD 2027.
Supian HK menambahkan, program-program yang dinilai belum mendesak kemungkinan akan ditunda bahkan dihapus karena keterbatasan anggaran. “APBD 2027 nanti hanya sekitar Rp8 triliun, sehingga pembangunan harus difokuskan pada program-program prioritas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Diauddin mengatakan, pihaknya mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp3 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi Program Penerima Bantuan Iuran (PBI), peserta PBPU/BP Pemda bagi masyarakat miskin, serta tenaga penugasan khusus.
Dia mengungkapkan, pagu anggaran Dinas Kesehatan pada 2027 sebesar Rp512 miliar, turun dibandingkan 2026 yang mencapai Rp540 miliar.
“Namun dari total anggaran itu, sekitar Rp470 miliar dialokasikan untuk operasional empat rumah sakit. Kami memahami kondisi fiskal daerah dan berharap usulan tambahan ini dapat direalisasikan,” ujar Diauddin. (azka)
Editor : Akhmad






