Punya Nilai Ekonomis, Kulit Kambing AKB Jadi Buruan Pengepul Asal Surabaya

Setumpuk Kulit Kambing di Antasan Kecil Barat Siap di Ambil Pengepul

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Selain berternak kambing, seorang pria di Jalan Antasan Kecil Barat, Kelurahan Pasar Lama, Banjarmasin juga mengumpulkan kulit kambing yang memiliki segudang manfaat dan nilai jual ekonomis cukup tinggi.

Pria tersebut bernama Ami Nasim, yang mengaku kulit kambing di tempat usahanya selalu dibeli pengepul langganannya yang jauh-jauh datang dari Kota Surabaya Jawa Timur.

“Di tempat saya lebih banyak kulit kambing, tapi kulit sapi juga ada. Biasanya, kulit ini dipesan oleh home industri, sebagian lagi atau pabrik besar. Para pengepul ini biasanya yang menjual lagi,” katanya, Kamis (19/8/2021).

Ia mengungkapkan, kulit kambing atau sapi tersebut, akan dijual kembali kepada pengepul besar untuk dijadikan bahan baku bermacam-macam produk fashion, kerajinan hingga makanan.

Itu karena banyak usaha menengah kecil mikro (UMKM) maupun pabrik besar di pulau Jawa yang mengolah kulit sapi dan kambing ini menjadi tas, sepatu, jaket, topi, kerajinan tangan, hingga dibuat kerupuk.

“Kulit sapi selain dibuat untuk berbagai kerajinan, sering juga dibuat jadi kerupuk rambak. Sedangkan kulit kambing sering digunakan untuk pembuatan bedug masjid dan aneka kerajinan cinderamata,” terang pemilik usaha kambing Amanah ini.

Pengepul langganannya, kata Ami Nasim, kerap datang langsung dari Surabaya untuk mengambil kulit kambing di tempatnya.

“Jadi pengepulnya langsung datang pakai truk besar ngambil di sini. Biasanya, mereka ke Palangkaraya, Kalteng juga untuk mengambil kulit. Kalau sudah terkumpul, mereka balik lagi ke Surabaya,” jelasnya..

Ami Nasim menambahkan, dalam sekali pengiriman, pihaknya mampu menyiapkan sekitar 400 sampai 500 lembar kulit kambing yang dikirim per 20 hari sekali. Jika permintaan sedang tinggi, maka harganya pun akan naik.

“Untuk harga satu lembar kulit kambing, pengepul biasa mematok harga Rp 7 ribu, itu kalau stok lagi banjir. Namun, jika kulit lagi kosong dan permintaan banyak, harga bisa naik mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu perlembarnya. Kulit sapi begitu juga, harga antara Rp 3 ribu hingga 8 ribu rupiah perkilogramnya, tergantung stok dan permintaan,” ungkapnya.

Selain itu, Ami Nasim juga mengatakan, ketika menerima kulit kambing atau sapi, pengepul juga mempertimbangkan kualitas kulitnya. Bila kulit dalam kondisi robek maka akan diberi harga lebih murah.

“Jadi tergantung kualitas, kalau bagus dan rapi harganya lumayan tinggi, tapi kalau kualitasnya tidak bagus misalkan kulitnya ada yang robek harganya lebih murah,” pungkasnya. (airlangga)

Editor : Akhmad