Sempat Dikira Ketiduran di Atap, Ternyata Sani Tewas Kesetrum

Proses penurunan jenazah Abdul Sani yang tewas kesetrum.(foto : istimewa)

BANJARMASIN, klikkalsel – Nahas dialami Abdul Sani (54), warga Jalan Ahmad Yani Km 4,5 Gang Hidayah RT 28, Kelurahan Karang Mekar Kelurahan Banjarmasin Timur.

Pria yang bekerja sebagai buruh bangunan tersebut kesetrum saat memperbaiki atap rumah saudaranya, Senin (4/3/2019) sekitar pukul 16.15 Wita.

Menurut keponakan korban, Purnama menceritakan, awalnya anak korban yang melihat ayahnya memperbaiki atap rumah curiga karena posisi sang ayah diam tak bergerak.

Ia menduga ayahnya ketiduran dan memberitahukan hal tersebut kepada keluarga.

“Anak sidin yang pertama ngabari, ujarnya Abah tu bisa taguring diatap, lawas banar kada begarak-garak (Anak beliau yang pertama ngasih kabar, katanya mungkin ayahnya ketiduran diatap karena sudah lama tidak bergerak),” tutur Purnama.

Rupanya setelah didekati korban terduduk terjepit diantara seng dan dinding.

Ia menceritakan awalnya tubuh pamannya tersebut sempat sulit dievakuasi karena atap yang menjadi pijakan korban diduga masih dialiri listrik karena tersentuh kabel listrik.

“Jadi tadi yang mengevakuasi harus pakai alas kain dan kayu untuk berpijak agar tak ikut kesetrum,” ujarnya.

Setelah dievakuasi korban lantas dilarikan ke IGD RSUD Ulin Banjarmasin, namun setibanya di sana dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.

Anak perempuan korban, Sapnah mengaku merelakan kepergiannya ayahnya tersebut akibat musibah yang menimpa.

“Kami ikhlas, jenazah mau kami bawa pulang saja, gak usah divisum. Ini kami nunggu surat dari kepolisiam agar jenazah bisa di bawa pulang,” ujarnya dengan mata sembab.

Sementara itu Kapolsek Banjarmasin Timur, Kompol H Uskiansyah melalui Kasi Humas, Aiptu Partogi Hutahaean saat dihubungi reporter klikkalsel.com, membenarkan ada kejadian tersebut di wilayah hukumnya.

ia pun membenarkan bahwa pihak keluarga awalnya menolak untuk dilakukan visum terhadap jasad korban, namun setelah diberi penjelasan akhirnya pihak keluarga bersedia untuk dilakukan visum luar.

“Benar mas, keluarga menolak divisum karena mereka mengaku sudah mengetahui jelas penyebabkan kematian korban dan sudah mengikhlaskannya, namun setelah diberi penjelasan akhirnya keluarga bersedia” ungkap Partogi. (david)

Editor : Farid