BANJARMASIN, klikkalsel – Dengan cekatan Wahidah (48), membolak-balikkan cetakan kue yang terpanggang di atas kompor agar kue yang dimasak tak gosong.
Walau ada dua kompor yang dijaga, dimana setiap kompornya terdiri dari 5 cetakan kue tak membuat perempuan tersebut kewalahan.
Rupanya kue yang dibuat Wahidah memiliki lebih dari satu nama, ada yang menyebutnya Kue Japit dan Kue Semprong. Namun untuk di kawasan Sungai Jingah kue tersebut melekat dengan nama Kue rokok, karena bentuknya yang bulat memanjang seperti rokok.
Bagi dia membuat kue rokok bukan perkara sulit, sebab sudah 35 tahun lebih dirinya menggeluti usaha rumahan tersebut.
Namun sayang, sekarang pangsa pasarnya jauh berbeda, mengingat produksi kue rokok juga banyak dilakukan home industri.
“Kalau dulu hampir setiap hari saya membuat kue tersebut namun sekarang saya hanya mengerjakan pesanan orang saja,†katanya saat ditemui di kediamannya sekaligus tempat mengolah kue rokok di Jalan Sungai Jingah, RT 14, RW 01, Gang Kemuning , Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kamis, (26/2/2019).
Menurut dia, sewaktu tidak banyak home insdustri kue rokom, tempat usaha sempat memiliki karyawan 4 sampai 5 orang. Tetapi sekarang dirinya sendiri yang mengerjakan untuk membuat kue tersebut.
Pun begitu, Wahidah masih banyak pelanggan yang setia terhadap kue rokok bikinannya, seperti dari Palangkaraya, Kapuas hingga Samarinda.
“Yang namanya usaha ada naik dan turun tapi kue rokok yang saya buat dalam seminggu ada saja pelanggan yang minta dibuatkan bahkan dari luar kota Banjarmasin,†katanya sesekali menawarkan kepada reporter klikkalsel.com untuk mencicipi kue tersebut.
Saat ditanya adakah anak atau saudara yang meneruskan keahliannya nantinya? Ia hanya tersenyum dan mengatakan, membuat kue rokok memerlukan kesabaran yang ekstra, jika telat mengangkat dari cetakan akan gosong, dan membuat kue rokok bisa memakan waktu satu hari penuh.
“Selama saya mampu saya akan membuat kue rokok tersebut,†katanya. (azka)
Editor : Farid





