Kalsel  

85 Ribu Warga Kalsel Nganggur, Polda Gandeng Perusahaan Buka Peluang Kerja

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mendorong perusahaan membuka peluang kerja, guna menekan angka pengangguran.

BANJARBARU, klikkalsel.com – Sekitar 85 ribu warga Kalsel menganggur. Kondisi ini menjadi perhatian Polda Kalsel yang mulai menggandeng pemerintah daerah dan dunia usaha untuk membuka peluang kerja melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN).

Program yang diinisiasi Kapolri tersebut diperkuat melalui temu mitra antara Polda Kalsel, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel, lembaga pelatihan kerja, serta pimpinan perusahaan dan pelaku usaha di Banjarbaru, Kamis (5/11/2026).

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menilai persoalan pengangguran tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi dan stabilitas keamanan di daerah.

Dinamika ekonomi global, termasuk ketegangan geopolitik dan konflik di Timur Tengah, turut memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional hingga daerah. Dampaknya dirasakan dunia usaha dan berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, dari sekitar 2,25 juta angkatan kerja, kurang lebih 85 ribu orang masih belum bekerja.

Menurut Kapolda, kondisi tersebut bukan semata persoalan ekonomi. Pengangguran juga berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan berpotensi memengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Oleh karena itu, Polri menghadirkan program Polisi Peduli Pengangguran atau POLIRAN sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat memperoleh kesempatan kerja, sekaligus menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan peluang yang tersedia di dunia usaha dan industri,” ucap Kapolda.

Baca Juga : Angka Pengangguran Kalsel Capai 85 Ribu, Polda Kalsel Gandeng Pemprov dan BLK Buka Peluang Kerja

Baca Juga : Tekan Angka Pengangguran, Pemprov Kalsel Hadirkan Job Fair 2026 dengan Ribuan Lowongan Kerja

Untuk menjalankan program tersebut, Polda Kalsel menggandeng sejumlah sektor usaha, mulai dari pertambangan, pertanian, perhotelan, otomotif, gerai dan pusat perbelanjaan hingga perusahaan jasa pengamanan.

Perusahaan diharapkan tidak hanya membuka akses rekrutmen, tetapi juga menyediakan pelatihan dan penempatan tenaga kerja sesuai kebutuhan serta kualifikasi masing-masing industri.

Polda Kalsel juga menjalin kolaborasi dengan Pemprov Kalsel dan Universitas Lambung Mangkurat dalam pengembangan produksi jagung dan sorgum. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan lahan produktif sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Upaya pendataan juga akan dilakukan dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas. Melalui jaringan tersebut, polisi akan mendata warga yang belum bekerja maupun mereka yang terdampak PHK agar informasi lowongan dan peluang kerja bisa disampaikan lebih tepat sasaran.

Kapolda menegaskan, upaya menjaga kamtibmas tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Peningkatan kesejahteraan melalui akses pekerjaan juga menjadi bagian dari upaya mencegah potensi gangguan keamanan.

“Menjaga kamtibmas bukan hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya membangun kesejahteraan masyarakat. Ketika masyarakat memiliki pekerjaan, penghasilan, dan masa depan yang lebih baik, maka potensi terjadinya kriminalitas dapat kita tekan,” pungkasnya. (rizqan)

Editor: Abadi