BANJARBARU, klikkalsel.com – Sebanyak 85 ribu lebih orang di Kalsel tercatat menganggur atau sedang mencari kerja pada Mei 2026. Di tengah persoalan itu, Polda Kalsel menggandeng pemerintah daerah melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) untuk membekali masyarakat dengan keterampilan kerja.
Program ini menjadi salah satu upaya merespons persoalan ketenagakerjaan di Kalsel. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk pengangguran atau yang sedang mencari kerja di provinsi ini mencapai 85.336 orang pada Mei 2026, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 3,81 persen.
Peluncuran program POLIRAN berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Kamis (29/10/2026). Dalam kegiatan ini turut Sekdaprov Kalsel, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel, serta Kepala BLK Provinsi Kalsel.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rusyanto Yudha Hermawan menekankan, bahwa POLIRAN merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap persoalan sosial dan ekonomi masyarakat, terutama pengangguran terbuka.
Baca Juga : Dirazia Sebelum Merazia, Personel dan Ranmor Ditlantas Polda Kalsel Diperiksa Propam
Baca Juga : Usul Kenaikan Gaji Pokok Anggota DPRD Kalsel
Menurutnya, program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Melalui pelatihan berbasis kompetensi di BLK ini, kita ingin membekali para peserta agar memiliki keahlian mandiri, siap kerja, dan mampu berdaya saing di dunia industri maupun berwirausaha,” ujarnya.
Pelatihan dalam program ini difokuskan pada keterampilan praktis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Polda Kalsel berharap kerja sama dengan Pemprov Kalsel dan instansi terkait dapat membuka peluang bagi peserta untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
Selain meninjau fasilitas pelatihan, Kapolda juga berdialog dengan para peserta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi kepolisian dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Perluasan kesempatan kerja dan peningkatan keterampilan masyarakat turut mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif,” tandasnya. (rizqan)
Editor: Abadi







