Rencanakan Bangun Jaringan Pipa dari Sungai Tabuk, PAM Bandarmasih Rumuskan Solusi Perkuat Ketersediaan Air Baku

BANJARMASIN, klikkalsel.com – PAM Bandarmasih tak ingin persoalan krisis air baku hanya diselesaikan setiap kali musim kemarau datang.

Perusahaan daerah penyedia layanan air bersih itu kini mendorong solusi jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan air baku Banjarmasin, terutama menghadapi ancaman intrusi air laut yang kerap mengganggu pasokan saat musim kemarau.

Salah satu langkah strategis yang disiapkan yakni pembangunan jaringan pipa berdiameter 1.200 milimeter sepanjang sekitar 9,3 kilometer dari kawasan Sungai Tabuk menuju sistem intake PAM Bandarmasih.

Jalur baru tersebut diharapkan mampu membawa sumber air dari kawasan yang lebih ke hulu, sehingga ketergantungan terhadap sumber air yang rentan terdampak intrusi air laut dapat dikurangi.

Langkah ini menjadi penting setelah intrusi air laut kembali memberikan tekanan terhadap sumber air baku. Kondisi tersebut bahkan berdampak terhadap distribusi air bersih di sejumlah wilayah pelayanan PAM Bandarmasih yang mengalami penurunan hingga 40–60 persen.

Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menegaskan penguatan sumber air baku harus dipandang sebagai investasi pelayanan untuk jangka panjang, bukan hanya langkah ketika krisis terjadi.

“Ini tentang bentuk usaha jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air baku. Kita ingin memperkuat sumber air baku agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan, tidak hanya mengandalkan penanganan ketika kondisi krisis terjadi,” ujarnya.

Untuk mendorong rencana tersebut, PAM Bandarmasih bersama Pemerintah Kota Banjarmasin telah membahas kebutuhan penguatan infrastruktur air baku bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2026).

Dalam audiensi tersebut, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi, serta Direktur Umum dan Pemasaran Yulia Riana Sari membahas strategi penanganan air baku sekaligus kebutuhan infrastruktur untuk menjamin pasokan dalam jangka panjang.

Baca Juga : Akankah Krisis Air Bersih jadi Kado HUT Kota Seribu Sungai ke 500?

Baca Juga : Kemarau Panjang Ganggu Suplai Air Bersih, PAM Bandarmasih Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Panjang

Tak Hanya Mengandalkan Penanganan Darurat, Di tengah upaya mengejar solusi permanen, PAM Bandarmasih tetap menjalankan langkah cepat untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat.

Distribusi air menggunakan mobil tangki terus dilakukan, sementara 27 tandon berkapasitas masing-masing 3.000 liter telah dipasang di sejumlah titik yang membutuhkan pasokan air.

Namun, langkah tersebut diposisikan sebagai penanganan sementara. Tantangan sebenarnya adalah memastikan Banjarmasin memiliki sumber air baku yang lebih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Karena itu, rencana pengambilan air dari kawasan yang lebih ke hulu menjadi salah satu strategi yang kini didorong PAM Bandarmasih bersama Pemko Banjarmasin.

Jika terealisasi, jaringan pipa sepanjang 9,3 kilometer tersebut diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur baru, tetapi juga menjadi fondasi penguatan sistem air baku Banjarmasin dalam menghadapi ancaman intrusi air laut dan tekanan musim kemarau.

PAM Bandarmasih bersama Pemko Banjarmasin pun akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar rencana tersebut dapat direalisasikan.

Sebab, bagi PAM Bandarmasih, menjaga air tetap mengalir ke rumah warga tidak cukup hanya dengan menambah mobil tangki ketika krisis datang. Sumber air baku yang kuat harus disiapkan sejak sekarang agar persoalan yang sama tidak terus berulang setiap musim kemarau. (***)

 

Editor: Abadi