BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kritik pedas keluar dari Ketua Komisi 2 DPRD Banjarmasin, HM Faisal Hariyadi kepada PT AM Bandarmasih. Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menuding PT AM Bandarmasih gagal dalam mengantisipasi dan memprediksi ketersediaan air baku guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Banjarmasin.
Hal ini dilontarkannya di tengah krisis air bersih yang melanda sebagian wilayah Banjarmasin. Dimana warga harus rela antri untuk mendapakan air bersih guna memenuhi kebutuhan dasarnya.
Alasan yang diuruaikan PT AM di tengah krisis air bersih ini pun masih sama seperti sebelumnya, yakni intrusi air asin dan turunnya tinggi permukaan air sungai yang membuat PT AM tak dapat mendapatkan air baku yang layak guna diolah.
Padahal krisis air bersih di tengah kemarau ini ucapnya bukan hal baru, sudah terjadi berkali-kali. Hinnga ia pun bingung kenapa PT AM seperti pasrah dan enggan berinovasi atau mencari cara menghadapi kemarau panjang seperti saat ini.
“Mereka (PT AM) mengaku kondisi ini diluar prediksi dan merupakan sebuah musibah, tapi menurut saya ini merupakan kegagalan manajemen pengelolaan air baku. Di tengah majunya tekhnologi kita seperti jalan di tempat,” ucapnya, Sabtu (5/9/2026)
Baca Juga : Air PDAM Tak Mengalir, Warga Banua Anyar Bawa Ember Antri Air Bersih
Ia pun turut mengomentari Pemerintah Kota Banjarmasin yang seharusnya bisa membawa Kota Banjarmasin keluar dari kondisi seperti ini bertahun-tahun lalu, tapi nyatanya hal yang sama masih saja terjadi.
“Tahun ini Kota Banjarmasin berusia 500 tahun. Tapi pemerintah sebagai owner PT AM Bandarmasih gagal dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakatnya sendiri. Apakah ini akan menjadi kado yang kita banggakan kepada masyarakat?,” ujarnya.
Bukan hanya itu, ia juga masih mendapatkan laporan jika dalam keadaan normal pun PT AM kesulitan untuk mendistribusikan air bersih ke beberapa daerah ujung Banjarmasin. Alasannya pipa yang dimiliki PT AM Bandarmasih sudah berusia tua sehingga tidak mampu jika harus diberikan tekanan tinggi dari mesin booster. Dampaknya beberapa wilayah ujung Banjarmasin tidak mendapat supply air bersih secara maksimal.
“Walikota Banjarmasin sebagai owner PT AM harus harus mencari solusi. Jika masalahnya keterbatasan anggaran, ayo duduk bersama kita cari caranya. Apakah nanti kita lakukan peremajaan (pipa) secara berkala per wilayah atau perjalur dulu,” lanjut Faisal.
Jangan sampai ujarnya keterbatasan yang dihadapi dijadikan pembenaran untuk pasrah di tengah kewajiban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang paling mendasar tersebut. Ia khawatir jika terus ditunda, keadaan akan semakin memburuk dan menjadi terlambat. (David)
Editor: Abadi






