BANJARMASIN, kikkalsel.com — Puluhan warga Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat, adu kecepatan menggunakan perahu kano di Sungai Jafri Zam Zam, Sabtu (12/9/2026).
Lomba kano tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin. Namun, kegiatan ini juga menjadi upaya Kelurahan Belitung Selatan memperkenalkan potensi wisata air yang berada di wilayah tersebut.
Lurah Belitung Selatan, Siti Nuryatin, mengatakan lomba kano merupakan inisiatif pihak kelurahan untuk menghidupkan potensi Sungai Jafri Zam Zam sebagai destinasi wisata air.
“Kita ingin mengenalkan bahwa di Sungai Jafri Zam Zam ini ada destinasi wisata perahu kano dengan biaya yang terjangkau,” kata Siti.
Menurutnya, pengembangan wahana kano tersebut sebelumnya sudah ada yang sebelumnya mendapat dukungan melalui bantuan CSR dari Jasa Raharja berupa perahu kano.
Ia berharap, keberadaan wahana tersebut dapat berkembang menjadi salah satu pilihan rekreasi masyarakat Banjarmasin.
Terlebih, kata Siti, kawasan tersebut diproyeksikan semakin ramai setelah pembangunan jembatan penghubung di Jafri Zam Zam selesai.
“Apalagi nanti jembatan penghubung di Jafri Zam Zam selesai, mudah-mudahan destinasi ini semakin semarak lagi,” ujarnya.
Siti mengungkapkan, kawasan tersebut sebelumnya sempat mengalami mati suri akibat munculnya isu mengenai keberadaan buaya di sungai.

Baca Juga : Pulihkan Fungsi Sungai, BWS Kalimantan III dan Pemko Banjarmasin Keruk Sungai Guring
Baca Juga : Kapolresta Banjarmasin Apresiasi Aksi BEM se-Kalsel yang Berlangsung Kondusif
Namun, setelah diperiksa, hewan yang sempat membuat warga khawatir tersebut bukan buaya, melainkan diduga adalah biawak berukuran besar.
“Dulu kawasan ini sempat terdengar isu adanya buaya, sehingga sempat mati suri. Padahal itu bukan buaya, tapi diduga biawak besar,” ungkapnya.
Untuk tahap awal, perlombaan tersebut melibatkan perwakilan warga dari sekitar 42 RT yang berada di Kelurahan Belitung Selatan.
Siti berharap kegiatan serupa ke depan dapat dikembangkan dengan cakupan peserta yang lebih luas, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat Kota Banjarmasin.
“Semoga nantinya bisa dilaksanakan lebih meningkat lagi, baik tingkat kecamatan. Kalau perlu tingkat kota,” harapnya.
Dalam lomba tersebut, satu kano diisi dua peserta. Mereka harus mengayuh kano menempuh lintasan sekitar 100 meter secara bolak-balik.
Setiap race diikuti tiga kano. Peserta yang menjadi pemenang di masing-masing bagan berhak melaju ke babak selanjutnya hingga menyisakan tiga tim untuk bertarung di babak final.
Suasana perlombaan berlangsung meriah. Para peserta tampak antusias mengerahkan kemampuan mengayuh kano, sementara ratusan warga memadati sekitar sungai untuk menyaksikan pertandingan.
Selain hadiah bagi para pemenang, panitia juga menyediakan sejumlah doorprize bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali Sungai Jafri Zam Zam sebagai ruang rekreasi sekaligus destinasi wisata air yang dapat dinikmati masyarakat dengan biaya terjangkau.
Salah seorang warga, Adan, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba kano tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
“Bagus ini bisa jadi tempat silaturahmi dan harapannya bisa rutin dilaksanakan,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi






