Kalsel  

Aliansi BEM se-Kalsel Turun ke Lapangan, Buktikan Mahasiswa Tak Hanya Pandai Mengkritik

Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Se-Kalsel saat turun kelapangan ikut serta melakukan pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di kawasan sekitar belakang bAndara Syamsudin Noor, Banjarbaru

BANJARBARU, klikkalsel.com – Kritik mahasiswa terhadap berbagai persoalan di Kalimantan Selatan kembali dibuktikan dengan aksi nyata. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan turun langsung ke lapangan membantu para relawan di BPK Emirat, kawasan sekitar belakang Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.

Aksi tersebut menjadi jawaban atas tantangan yang sebelumnya dilontarkan salah seorang anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Mahasiswa diminta tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga ikut terlibat dan bekerja langsung di tengah masyarakat.

Tak ingin sekadar menjawab dengan kata-kata, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Kalsel memilih turun langsung.

Koordinator Pusat BEM se-Kalimantan Selatan, Ahmad Munawir Sazali mengatakan, kehadiran mahasiswa di lapangan menjadi pembuktian bahwa gerakan mahasiswa tidak hanya sebatas menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

“Alhamdulillah, hari ini kami dapat turun langsung ke lapangan sebagai pembuktian bahwa mahasiswa hadir bukan hanya untuk mengkritisi. Kami juga prihatin terhadap para relawan yang berada di sini dan ingin turut membantu secara langsung,” ujar Ahmad Munawir Sazali, Selasa (1/9/2026).

Sekitar 10 hingga 15 mahasiswa dari sejumlah kampus yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan terlihat terlibat dalam berbagai aktivitas bersama para relawan di BPK Emirat.

Mereka datang dengan semangat membantu dan terlibat langsung dalam kegiatan sosial yang dilakukan para relawan di lapangan.

Baca Juga : Aliansi BEM se-Kalsel Kembali Gelar Aksi Jilid II, Tegas Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD 

Baca Juga : DPRD Kalsel Tantang Mahasiswa Sama-sama Turun Padamkan Karhutla

Koordinator Wilayah 1 Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan, Rizki mengatakan, mahasiswa memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Kepedulian itu, menurutnya, tidak hanya diwujudkan melalui aksi demonstrasi maupun kritik.

“Hari ini kami turun dengan semangat dan antusias untuk membantu para relawan yang ada. Pada dasarnya, kepedulian kami tidak hanya melalui kritik, tetapi juga dengan hadir dan membantu secara langsung,” katanya.

Rizki menegaskan, kritik tetap menjadi bagian penting dari peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan dan persoalan yang terjadi di daerah.

Namun, kata dia, fungsi kontrol tersebut tidak seharusnya dipisahkan dari kepedulian sosial dan keterlibatan langsung mahasiswa di tengah masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis, bukan hanya dalam menyuarakan aspirasi dan mengawal kebijakan pemerintah, tetapi juga dalam memberikan kontribusi nyata ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Aksi turun ke lapangan ini sekaligus menjadi pesan bahwa kritik yang selama ini disuarakan mahasiswa bukan sekadar untuk mencari perhatian.

Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan ingin menunjukkan bahwa mahasiswa juga siap hadir, bekerja dan bergotong royong bersama masyarakat serta para relawan.

“Ketika ada persoalan, mahasiswa tidak hanya datang untuk berbicara. Kami juga ingin ikut hadir dan mengambil bagian,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi