BANJARBARU, klikkalsel.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mengenalkan sejarah dan budaya kepada pelajar. Salah satunya melalui Lomba Cerdas Cermat Permuseuman Tingkat SMP atau sederajat se-Kalsel 2026.
Lomba tersebut berlangsung selama tiga hari, 11-13 Agustus 2026, di Banjarbaru. Kegiatan ini diikuti perwakilan pelajar dari kabupaten/kota di Kalsel dan digelar dalam rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel serta HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengusung tema “Cerdas Berbudaya, Menggali Sejarah Budaya Bangsa Melalui Museum”, para peserta diuji dengan berbagai pertanyaan seputar sejarah dan kebudayaan.
Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim melalui Kepala Bidang Kebudayaan Eddy Suwarto mengatakan, lomba tersebut menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan ketertarikan pelajar terhadap sejarah dan budaya.
“Melalui ajang kompetisi seperti ini, mari kita tanamkan rasa cinta tanah air, kebanggaan terhadap daerah, serta semangat pantang menyerah kepada generasi penerus pembangunan Banua,” ucapnya, Selasa (11/8/2026).
Tak hanya menguji pengetahuan, peserta juga dituntut mampu bekerja sama dalam tim, berpikir cepat, dan menentukan jawaban dengan tepat. Menurut Eddy, hal tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang didapat peserta selama mengikuti lomba.
Sebanyak 13 kontingen mengikuti lomba tingkat provinsi ini. Masing-masing kontingen terdiri dari tiga siswa dan satu guru pendamping. Total peserta yang bertanding mencapai 39 siswa.
Baca Juga : Satgas BBM dan LPG 3 Kg di Kalsel Digabung, Pengawasan Distribusi Diperkuat
Baca Juga : Karhutla Kalsel Makin Meluas, 2.675 Hektare Lahan Terbakar dalam Kurang dari Sebulan
Sebelum tampil di tingkat provinsi, para peserta terlebih dahulu mengikuti seleksi di daerah masing-masing.
Untuk menjaga penilaian tetap objektif, panitia menghadirkan tiga juri yang berkompeten di bidangnya. Mereka berasal dari unsur purnatugas Balai Bahasa Kalimantan Selatan, Ketua Program Studi Pendidikan IPS, serta Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN.
Eddy mengatakan, lomba tersebut juga menjadi bagian dari tahapan menuju kompetisi tingkat nasional. Namun, pelaksanaan di tingkat nasional masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
“Karena kegiatan ini pada dasarnya ada kegiatan yang lebih tinggi lagi, yaitu di tingkat nasional. Kami masih berkoordinasi dengan tingkat nasional apakah kegiatan yang nanti dilaksanakan di tingkat nasional akan diselenggarakan pada tahun ini,” jelasnya.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti lomba dengan jujur dan percaya diri. Menurutnya, pengalaman yang didapat selama mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting, tidak hanya soal menang atau kalah.
“Pengalaman, pengetahuan, serta persahabatan yang diperoleh selama mengikuti kompetisi merupakan bagian penting dari keberhasilan peserta,” imbuhnya.
Eddy juga meminta dewan juri menjalankan tugas dengan jujur dan adil. Ia turut mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan pelaksanaan lomba tersebut. (rizqan)
Editor: Abadi





