Kalsel  

2029 Tak Ada Lagi Desa Gelap, Pemprov Kalsel Kejar Listrik hingga Wilayah 3T

Plt Kepala ESDM Kalsel H Endarto saat rapat dengan Komisi III DPRD Kalsel

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menargetkan seluruh desa di Kalsel sudah teraliri listrik pada 2029. Program ini menjadi komitmen Gubernur H Muhidin untuk menghapus desa tanpa listrik, termasuk di wilayah terpencil, terdepan, dan tertinggal (3T).

Target ambisius tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel, H Endarto, usai rapat kerja bersama Komisi III DPRD Kalsel di Banjarmasin, Selasa (4/8/2026).

Menurut Endarto, program elektrifikasi desa dijalankan melalui pemasangan jaringan listrik dan Program Sambungan Listrik Baru (PSLB) yang mengacu pada roadmap Kementerian ESDM. Pendanaannya berasal dari APBN dan APBD Provinsi Kalimantan Selatan.

Pada 2026, pemasangan jaringan listrik dan sambungan baru telah rampung 100 persen di 14 desa yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut. Capaian ini menjadi langkah awal menuju target seluruh desa berlistrik pada 2029.

Sementara itu, bantuan dari APBN masih memasuki tahap survei oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM di Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai, dan Tanah Laut. Dari hasil pendataan tersebut ditargetkan sekitar 1.800 pelanggan baru akan memperoleh sambungan listrik.

Baca Juga : Bank Kalsel Target Dividen Rp 61 Miliar untuk Pemprov Kalsel

Baca Juga : Karhutla Dekati Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, BPBD Bergerak Cepat Cegah Api Meluas

Apabila target tahun ini belum sepenuhnya tercapai, pemerintah memastikan program akan kembali dilanjutkan pada 2027 melalui tambahan bantuan pemasangan sambungan listrik baru bagi masyarakat yang belum terlayani.

Endarto menegaskan, bantuan sambungan listrik diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu yang memiliki rumah sendiri dan dilengkapi surat keterangan miskin dari pemerintah desa yang diketahui pemerintah kabupaten.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, menyampaikan apresiasi terhadap capaian kinerja Dinas ESDM yang dipaparkan dalam rapat kerja. Berdasarkan data per 31 Juli 2026, sebagian besar realisasi kinerja telah melampaui 77 persen, bahkan beberapa program telah mencapai 100 persen.

“Namun realisasi fisik baru mencapai 61 persen dan realisasi keuangan masih 46 persen. Kami mengapresiasi capaian kinerja Dinas ESDM sekaligus berharap percepatan pelaksanaan program terus dilakukan agar target elektrifikasi seluruh desa di Kalsel pada 2029 benar-benar dapat terwujud,” katanya. (azka)