BANJARMASIN, klikkalsel– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, menyiapkan 1.500 personel yang terdiri dari berbagai unsur guna menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin kepada klikkalsel.com, Kamis (19/7/2018).
“Kita siapkan 1.500 personel yang tetdiri dari manggala agni, pemadam kabakaran swasta, TNI, Polri dan berbagai unsur lain, serta kita juga dirikan posko-posko untuk mengantisipasi kebakaran lahan yang mulai terjadi di Kalsel,” ujar Wahyudin.

Memang menurut perkiraannya kebakaran lahan dan dampak yang ditimbulkan tidak akan sebesar sebelumnya kalau bercermin dari jumlah titik api tahun lalu.
“Kalau sebelumnya bulan Juli pasti sudah banyak titik panas yang terpantau, tapi kalau sekarang jumlahnya masih belum terlalu banyak. Namun begitu kita tetap siagakan personel untuk penanganannya,” tambahnya.
Menurut data yang dimilikinya setiap hari pihaknya hanya menerima rata-rata 13 sampai 15 laporan. Bila tahun-tahun sebelumnya dengan periode yang sama rata-rata laporan yang masuk hingga 50 laporan perhari.
Walau begitu pihaknya masih memiliki kendala dalam menangani kebakaran lahan yang terjadi dibeberapa daerah terkait terbatasnya peralatan yang dimiliki.
“Sekarang titik apinya belum banyak, namun kadang kita kesulitan menangani yang titiknya jauh dan tidak bisa dijangkau lewat darat, sementara heli belum siap,” jelas Wahyudin.
Untuk itu ia berharap agar warga yang ingin membuka lahan jangan dengan menggunakan media membakar, karena menurutnya cuaca panas ini membuat api sering sulit dikontrol.
“Kalau bisa jangan buka lahan dengan membakar, api susah dikontrol, apalagi kalau tidak diawasi yang takutnya melebar,” pesannya.
Untuk beberapa hari ini titik api yang menonjol ada sementara di 3 Kabupaten yaitu Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tanah Laut.
“Kecamatan Kurau, Tanah Laut itu yang saat ini sangat menonjol,” pungkasnya. (david)
Editor : Amran





