Batola Kenalkan Es Krim Kuwini dan Sirup Karamunting di Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2023

Es krim buah kuwini asal Batola yang diperkenalkan di Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2023 (Foto : Dokpim Batola)

MARABAHAN, klikkalsel.com – Pemerintah Barito Kuala (Batola) turut serta memeriahkan festival wisata budaya pasar terapung 2023 di siring 0 kilometer Banjarmasin Dalam rangka memeriahkan hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ke-73 dan menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, Jumat (11/8/2023).

Festival wisata budaya pasar terapung 2023 tersebut dibuka oleh, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Sekda Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar.

Festival ini diketahui berlangsung selama empat hari dan dihadiri delegasi dari empat negara sahabat yaitu Korea Selatan, Turki, Taiwan dan Romania.

Baca Juga Mujiyat Minta Seluruh Kepala Dinas Instansi dan Camat di Batola Berikan Kinerja Terbaik

Baca Juga Sebanyak 165 Pejabat Fungsional di Lingkungan pemerintahan Batola Dilantik

Momen ini menjadi kesempatan Kabupaten Batola untuk memperkenalkan keunggulan destinasi wisata dan keunggulan yang ada di daerahnya.

Tidak ingin kehilangan momen, Pj Ketua TP PKK Batola Suharyanti Mujiyat bersama Sabirin, Kepala Disporbupar Batola begitu antusias memperkenalkan stand Hubung Bakumpai kepada pengunjung.

Tidak terkecuali Sekda Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, yang datang dan turut mencoba sirup karamunting serta es krim buah kuwini asal Batola.

Baca Juga Pemkab Batola Komitmen Jaga Stabilitas Pangan dan Tekan Inflasi

Baca Juga Launching Aplikasi Srikandi dan TTE, Mujiyat yakin Birokrasi Pemkab Batola lebih Efektif dan Efisien

“Kuwini asal Anjir Muara dan Anjir Pasar lebih manis dari kuwini lainnya dan syrup karamunting asalnya dari bunga pohon karamunting yang banyak tumbuh di Batola,” jelas Ketua TP PKK Batola Suharyanti Mujiyat.

Sebelumnya, Roy Rizali Anwar menjelaskan penyelenggara event tahunan festival pasar terapung ini sebagai bentuk upaya pelestarian budaya lokal banua dengan pertunjukan yang atraktif juga momentum penyatuan masyarakat banjar dari berbagai lapisan. Serta bagian memperjuangkan status Meratus menjadi Unesco Global Geopark.

“Kita kenalkan kepada delegasi luar negeri tentang bentang alam Meratus yang memukau dan sebentar lagi niscaya menjadi jejaring geopark dunia,” paparnya.(adv/airlangga)

Editor : Amran