Berita Utama

7.195 Pemilih di Tabalong Dicoret Karena Tidak Dikenal Saat Coklit

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPHP digelar oleh KPU Kabupaten Tabalong. (foto : arif/klikkalsel)

TANJUNG, klikkalsel.com – Bawaslu Kabupaten Tabalong mencermati puluhan ribu pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel Tahun 2020.

Berdasarkan Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) oleh KPU Tabalong, tercatat 26.609 Pemilih yang TMS. Bahkan diantaranya 7.195 Pemilih dicoret karena tidak dikenal saat Coklit.

“KPU Tabalong dapat menyampaikan daftar Pemilih yang TMS berupa By Name By Address sesuai kode TMS masing-masing. Hal ini diperlukan agar dapat sama-sama mencermati data Pemilih yang sudah dicoret (TMS) tidak menjadi kehilangan hak konstitusinya,” kata Ketua Bawaslu Tabalong, Hirsan.

Berdasarkan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPHP yang digelar KPU Kabupaten Tabalong, Sabtu (12/9/2020), di Gedung Informasi Tanjung, terungkap sebagaimana hasil Coklit 175.937 Pemilih (Model A-KWK) diketahui 26.609 Pemilih Tabalong yang termasuk kategori TMS.

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Muhammad Sunaryo, menguraikan, 26.609 Pemilih TMS tersebut, terbagi kode 1 (meninggal) sebanyak 4.998 Pemilih, kode 2 (ganda) sebanyak 54 Pemilih, kode 3 (dibawah umur) sebanyak 9 Pemilih, kode 4 (pindah domisili) sebanyak 8.194 Pemilih.

Kemudian, menurutnya, Pemilih TMS dengan kode 5 (tidak dikenal) sebanyak 7.195 Pemilih, kode 6 (TNI) sebanyak 20 Pemilih, kode 7 (Polri) sebanyak 19 Pemilih, kode 8 (hilang ingatan) sebanyak 2 Pemilih, kode 9 (dicabut hak pilih) tidak ada, dan pemilih dengan kode 10 (bukan penduduk) sebanyak 6.118 Pemilih.

Mengingat banyaknya Pemilih yang dinyatakan TMS, Bawaslu Tabalong menyampaikan beberapa catatan sebagai rekomendasi kepada KPU Tabalong terhadap hasil rekapitulasi DPHP secara berjenjang.

“KPU Tabalong dapat memastikan PPS melalui PPK membuat softcopy terhadap Pemilih TMS, Pemilih baru dan perbaikan data Pemilih berbasis TPS,” kata Koordiv. Pengawasan, Humas, dan Hubal, Bawaslu Tabalong, M Fahmi Failasopa.

Selanjutnya, Fahmi berharap, KPU Tabalong beserta jajarannya dapat meningkatkan sosialisasi secara masif terkait 26.609 Pemilih yang dinyatakan TMS. Termasuk melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial terkait data Pemilih difabel.

“Ini untuk memastikan jangan sampai warga Tabalong yang memenuhi syarat tidak terdaftar sebagai Pemilih (DPT),” ujarnya.

Berdasarkan rekapitulasi DPHP tersebut, KPU Tabalong menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 166.652. Jumlah DPS tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan DPT Pemilu Tahun 2019 sebanyak 176.151 Pemilih.(arif)

Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top