Kesehatan

3.010 Tenaga Ad Hoc PSU Pilgub di Banjarmasin Selatan Dites Swab, Bagaimana Nasib Bagi Yang Reaktif?

BANJARMASIN, klikkkalsel.com – H-8 pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang jatuh pada 9 Juni, KPU dan Bawaslu melakukan tes swab antigen Covid-19 kepada 3.000 orang petugas Ad Hoc se-Kecamatan Banjarmasin Selatan, Senin (1/5/2021). Mereka yang hasil tesnya reaktif diarahkan untuk melakukan inkubasi selama 7 hari.

Tes swab antigen ini digelar selama dua hari, yakni 1-2 Juni 2021 bertempat di aula Kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan. Sekretaris KPU Kota Banjarmasin, Husni Thamrin menerangkan hari pertama tes swab diikuti petugas Ad Hoc PSU dari 9 kelurahan. Kemudian tes swab hari kedua akan diikuti petugas Ad Hoc 3 kelurahan sisanya.

“Salah satunya persiapannya, protokol kesehatannya mengharuskan petugas di lapangan nanti diharuskan dirapid Anti Gen, mengharuskan mereka terbebas dari Virus Corona atau Covid-19. Karenanya dilaksanakan selama dua hari ini, hari ini dan besok,” terangnya kepada awak media.

Setidaknya ada 3.010 orang petugas Ad Hoc unsur KPU dan Bawaslu yang tersebar di 301 TPS se Kecamatan Banjarmasin Selatan dari 12 total kelurahan. Setiap KPPS terdiri 7 anggota ditambah 2 orang petugas keamanan di setiap TPS dan 1 pengawas untuk setiap TPS.

Lantas bagaimana nasib petugas Ad Hoc yang reaktif hasil Swab Antigen? Husni Thamrin menerangkan, bagi yang hasilnya reaktif diwajibkan melakukan inkubasi selama 7 hari.

“Kalau ada yang reaktif, disuruh selama satu minggu ini sebelum pelaksanaan nanti pelaksanaan hari H,” jelasnya.

Husni menambahkan, bagi petugas yang reaktif hasilnya tersebut setelah masa inkubasi akan dilakukan tes swab kembali. Apabila hasilnya kembali reaktif maka petugas Ad Hoc tidak diperkenankan bertugas. Otomatis anggota KPPS lainnya akan membackup tugas yang bersangkutan.

“Kan petugas masih ada. 2 orang petugas keamanan dan 7 orang melakukan administrasi di TPS,” pungkasnya.

Komisoner KPU Kota Banjarmasin, Taufik menerangkan pelaksanaan tes swab antigen ini merupakan instruksi KPU provinsi dalam upaya penerapan protokol kesehatan ketat. Guna menjamin keamanan penyelenggara dan pemilih saat pelaksanaan pencoblosan ulang 9 Juni mendatang.

Taufik menerangkan, bagi tenaga Ad Hoc yang hasilnya reaktif atau masih dalam masa inkubasi saat pelaksanaan PSU diberikan keringanan dalam bertugas. Dia mengatakan, yang bersangkutan tetap bekerja secara daring.

“Paling tidak dia bisa membantu secara daring, bisa saja nanti diatur walaupun misalnya ada satu (yang reaktif),” ucapnya.

Keterbatasan waktu menjadi kendala tersendiri bagi KPU untuk menggantikan tenaga Ad Hoc yang reaktif, belum lagi pembekalan teknis untuk pengganti. Sebab itu, KPU lebih memilih memaksimalkan SDM yang ada.

“Karena kita kerepotan, kalau mencari satu atau dua seandainya diganti. Terus kita merapid lagi penggantinya itu,” tandasnya.

Sekadar diketahui putusan MK pada Maret lalu, terdapat 7 kecamatan yang harus menggelar PSU. 7 kecamatan itu adalah Kecamatan Banjarmasin Selatan (Kota Banjarmasin), Kecamatan Sambung Makmur, Kecamatan Aluh-Aluh, Kecamatan Martapura, Kecamatan Mataraman, dan Kecamatan Astambul (Kabupaten Banjar) dan Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin.

Total TPS dari 7 kecamatan tersebut adalah sebanyak 827 TPS. Kabupaten Banjar zona tergemuk dengan jumlah 502 TPS, selanjutnya Kota Banjarmasin 301 TPS dan Kabupaten Tapin 24 TPS. (rizqon)

Editor: Abadi

To Top