BANJARMASIN, klikkalsel.com – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kalimantan Selatan menggelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Kegiatan berlangsung di Kediaman Dinas Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Jalan S Parman Banjarmasin, Minggu (5/7/2026).
Pelatihan ini turut dihadiri Wakil Bidang Preventif YJI Pusat Taufik Hidayat, perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Pusat dr. Tri Hadi Setiawan serta pengurus YJI Kalsel.
YJI Kalsel juga menghadirkan narasumber dan instruktur dari kalangan ahli, diantaranya dokter spesialis dari PERKI Kalimantan Selatan, dr. Gilang Mauladi Rahman.
Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari Pengurus YJI Provinsi Kalsel, pengurus YJI kabupaten/kota se-Kalsel, Klub Jantung Sehat (KJS), hingga Klub Jantung Sehat Remaja (KJSR). Bahkan, peserta yang datang paling jauh berasal dari Kabupaten Kotabaru.
Ketua YJI Cabang Kalimantan Selatan, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi Sulaiman, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur karena pelatihan tersebut dapat terlaksana sebagai salah satu program kerja YJI dalam kepengurusannya.
“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah berhadir dalam pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Baca Juga : YJI Kalsel Kunjungi Pasien Jantung Bawaan: Serahkan Bantuan dan Bagikan Takjil
Ellyana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan sehingga dapat terlaksana.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu menambah wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan peserta dalam memberikan Bantuan Hidup Dasar, yakni pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan sebelum tenaga medis profesional tiba di lokasi.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar dan ilmu yang diperoleh bisa diterapkan untuk membantu sesama ketika menghadapi situasi darurat,” harapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta, Aulia, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis dalam menangani korban henti jantung maupun kondisi darurat lainnya.
“Senang bisa mengikuti pelatihan ini karena menambah wawasan dan keterampilan. Ilmu yang didapat sangat berguna dan semoga bisa diterapkan ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan pertama,” pungkasnya.(restu)
Editor: Amran





