Pemuda Diajak Berinovasi Terhadap Lingkungan Berbasis Digital

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda saat menyampaikan pemaparan dalam kegiatan sosialisasi peningkatan Kepedulian Pemuda

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menggelar sosialisasi Peningkatan Kepedulian Pemuda dengan tema “Redesign Ecocreative Melalui Kreativitas dan Inovasi Digital, Pemuda Kawa Melestarikan Lingkungan”.

Kegiatan dibuka Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, dan dihadiri Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rickval Fachruri selaku narasumber, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Banjarmasin, Gusti Ikromi, para pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan, komunitas, serta jajaran terkait.

Kegiatan ini merupakan upaya Pemko Banjarmasin dalam meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan melalui pendekatan kreativitas, inovasi, serta pemanfaatan teknologi digital.

Sebanyak 100 peserta dari berbagai kalangan, organisasi kepemudaan (OKP) hingga komunitas ikut dalam kegiatan tersebut.

Ananda, mengatakan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mencari solusi terhadap berbagai persoalan daerah, khususnya permasalahan sampah yang saat ini masih menjadi perhatian bersama.

“Seperti yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Bapak Rickval Fachruri, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian pemuda terhadap lingkungan,” ujarnya,” ujarnya.

“Pemuda Kota Banjarmasin kami tantang untuk ikut menyelesaikan persoalan yang sedang kita hadapi bersama, yaitu masalah sampah,” sambungnya.

Baca Juga : Sekdaprov Yakin Gudang Bulog Baru Berkapasitas 3.500 Ton Perkokoh Posisi Kalsel sebagai Penyangga Pangan Nasional

Baca Juga : Ketua FPTI Kalsel Silaturahmi ke Atlet Panjat Tebing: Suntik Semangat Generasi Muda

Menurutnga, kritik terhadap pemerintah haruslah diiringi dengan partisipasi aktif dan kontribusi nyata pemuda dalam menghadirkan solusi.

“Jangan hanya bisa menyampaikan kritik bahwa Pemko Banjarmasin belum mampu menyelesaikan persoalan sampah. Pemuda adalah bagian dari masyarakat Kota Banjarmasin, sehingga kami berharap mereka juga memberikan sumbangsih pemikiran, inovasi, dan kreativitas untuk membantu menyelesaikan persoalan lingkungan ini,” jelasnya.

Ia pun berharap berbagai ide kreatif yang lahir dari generasi muda mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah, mulai dari hulu hingga hilir.

“Apa yang bisa mereka upayakan dan inovasikan untuk menyelesaikan persoalan sampah, mulai dari proses pengurangan, pengelolaan hingga pemanfaatannya kembali,” ungkapnya.

“Kami menilai ini sangat penting karena pemuda merupakan salah satu sasaran strategis dalam mewujudkan visi dan misi Yamin-Ananda,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Banjarmasin, Gusti Ikromi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk workshop yang bertujuan membekali pemuda agar berwawasan dan mampu mengembangkan inovasi berbasis lingkungan.

“Melalui kegiatan ini kami memberikan pelatihan kepada para pemuda agar mampu berkolaborasi bersama pemerintah dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah,” terangnya.

Menurutnya, antusiasme peserta cukup tinggi dengan keikutsertaan 100 pemuda dari berbagai latar belakang organisasi maupun masyarakat umum.

“Pesertanya berjumlah 100 orang yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan, komunitas, hingga pemuda umum yang mendaftar melalui media sosial,” ungkapnya.

“Kegiatan ini juga merupakan inisiatif Pokir DPRD yang berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan Perspektif sehingga dapat terlaksana pada hari ini,” tambahnya.

Ikrom menerangkan, fokus utama kegiatan untuk mendorong pemuda agar dapat mengubah cara pandang terhadap sampah sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan berbagai gagasan kreatif yang dapat diimplementasikan sebagai solusi nyata dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kota Banjarmasin.

“Fokus kita hari ini adalah bagaimana pengelolaan sampah yang sebelumnya dianggap tidak bermanfaat menjadi sesuatu yang bernilai dan memiliki nilai ekonomi,” bebernya.

“Kami tidak membatasi peserta harus sudah memiliki usaha atau belum. Yang terpenting adalah mereka memiliki kemauan untuk berkolaborasi bersama pemerintah dalam kegiatan daur ulang dan pengelolaan sampah,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran