BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW bukan hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan mengikuti ajaran, sunnah dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Ustadz H Adi Rahman. Menurutnya, kecintaan yang tulus kepada Rasulullah SAW akan membawa keberkahan bagi seorang Muslim, karena cinta kepada Nabi harus berjalan seiring dengan ketaatan kepada Allah SWT.
“Cinta kepada Rasulullah SAW bukan hanya diucapkan dengan lisan. Bukti cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita berusaha mengikuti apa yang beliau ajarkan dan menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam kehidupan,” ujar Ustadz H Adi Rahman, Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, Rasulullah SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, umat yang mencintai beliau hendaknya menghadirkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah dalam kehidupan, seperti kasih sayang, kejujuran, kesabaran, kepedulian serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
Menurutnya, keberkahan dari kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya dimaknai sebagai bertambahnya rezeki secara materi.
Keberkahan juga dapat hadir dalam bentuk ketenangan hati, kemudahan dalam menjalani kehidupan, keluarga yang harmonis serta tumbuhnya semangat untuk terus berbuat baik.
“Berkah itu tidak selalu berupa banyaknya harta. Bisa jadi seseorang memiliki kehidupan yang sederhana, tetapi hatinya tenang, keluarganya rukun dan hidupnya dipenuhi kebaikan. Itu juga merupakan bagian dari keberkahan,” katanya.
Baca Juga : Baayun Maulid, Tradisi Banjar sebagai Wujud Syukur dan Cinta kepada Rasulullah SAW
Baca Juga : DPRD Kalsel Tantang Mahasiswa Sama-sama Turun Padamkan Karhutla
Ustaz H Adi Rahman menuturkan, salah satu cara menjaga kecintaan kepada Rasulullah SAW adalah dengan memperbanyak selawat, mempelajari perjalanan hidup beliau serta berusaha menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, ia mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Nilai cinta tersebut harus terlihat dalam perilaku dan akhlak seorang Muslim.
“Kalau kita mengaku mencintai Rasulullah, maka akhlak kita juga harus mencerminkan ajaran beliau. Bagaimana kita berbicara, bagaimana kita memperlakukan orang lain, bagaimana kita jujur dalam pekerjaan dan bagaimana kita menjaga amanah,” tuturnya.
Menurut Ustadz H Adi Rahman, semakin kuat seorang Muslim menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan, maka semakin besar pula peluang untuk menghadirkan nilai-nilai keberkahan dalam kehidupan.
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya umat Islam di Banjarmasin, untuk menjadikan momentum mengingat Rasulullah SAW sebagai sarana memperkuat kecintaan sekaligus memperbaiki diri.
“Jangan sampai cinta kepada Rasulullah hanya menjadi ungkapan. Mari kita buktikan dengan memperbaiki akhlak, memperbanyak selawat, menjalankan sunnah dan menebarkan kebaikan kepada sesama,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi






