Budaya

Tradisi Imlek, Kenapa Angpao Dibungkus Amplop Merah?

Angpao Amplop Merah - Imlek

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Hari ini Etnis Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Jumat (12/2/2021) serta masuknya tahun untuk Shio Kerbau Logam.

Dalam tradisi Imlek, Etnis Tionghoa ada yang menjadi khas yakni berbagi Angpao dengan amplop berwarna merah.

Apa itu Angpao? dan kenapa harus berwarna merah?

Klikkalsel.com mendatangi sebuah kelenteng Soetji Nurani di Jalan Kapten Pier Tendean dan berbincang kepada salah seorang pengurus Tiono Husin.

Angpau adalah uang yang diberikan kepada anak-anak kecil, orang yang belum menikah, atau orang tua dari anak-anak yang telah menikah pada saat hari Raya Imlek.

Uang tersebut biasanya dibungkus amplop merah, dengan harapan bahwa penerima Angpau akan mendapatkan keberuntungan dan bernasib baik sepanjang tahun baru tersebut.

“Warna merah merupakan warna kesenangan masyarakat Tionghoa, karena warna tersebut sebagai simbol energi, kebahagiaan, dan keberuntungan,” katannya Jumat (12/2/2021).

Dijelaskannnya, dalam tradisi Imlek nilai dari Angpao dianggap biasa, namun kertas merahnya itu yang dilambangkan pembawa harapan serta memberikan lebih banyak kebahagiaan dan berkah bagi penerimanya.

“Saat menerima angpao tidak sopan membukanya di depan orang yang memberikan sebab dianggap kurang beradab,” katannya.

Saat ditannya siap saja yang boleh memberikan Angpao, Tiono juga memaparkan seorang yang sudah menghasilkan uang akan memberikan amplop merah di Tahun Baru Imlek. Umumnya jumlah uang yang dibungkus dengan amplop merah tergantung pada penghasilan masing-masing orang.

“Ada kebiasaan juga bahwa seorang yang belum menikah tidak perlu membagikan amplop merah,” ucapnnya.

Biasannya amplop berwarna merah dibagikan ketika malam tahun baru Imlek kepada keluarga terdekat misal kepada anak-anak.

Namun ada pula diberbagai tempat seorang harus memberikan amplop merah kepada setiap anak yang ditemui selama periode Tahun Baru.

Diceritakan dalam legenda, ketika malam tahun baru tersebut , selain monster Nian, ada iblis bernama Sui yang muncul untuk menakuti anak-anak saat mereka sedang tidur. Dimana ketika monster atau iblis tersebut datang anak-anak akan menangis dan mengalami demam.

Agar anak-anak tersebut tak mengalami hal tersebut diletakanlah koin kedalam amplop merah di bawah bantal, koin dan amplop merah tersebut dijaga seorang peri yang mencegah datangnya monter dan iblis tersebut untuk mengganggu anak-anak.

“Semoga di Imlek ini semua berkah dan kiat bisa mengatasi wabah pandemi yang melanda bangsa ini,” pungkasnya.(azka)

Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top