Titik Api Meningkat, Asap Kembali Selimuti Kalsel

Kabut asap menyelimuti lalu lintas di Jalan Ahmad Yani KM 20 Banjarbaru. (foto : rizqon/klikkalsel).

BANJARBARU, klikkalsel – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum juga padam, hal itu disebabkan lokasi kebakaran rata-rata ada di areal rawa gambut yang sulit dipadamkan dan api bisa muncul secara tiba-tiba.

Sehingga Karhutla sempat mereda setelah hujan turun di Kalimantan Selatan (Kalsel), namun beberapa hari belakangan kurangnya curah hujan disertai cuaca panas yang sangat ekstrim menimbulkan titik api kembali muncul.

Selasa (22/10/2019) hari ini, Karhutla di beberapa titik Wilayah Kalsel, terutama di seputaran Landasan Ulin Kota Banjarbaru dan Gambut Kabupaten Banjar.

Kebakaran tersebut menyebabkan kembali terjadinya kabut asap dan menyelimuti sekitaran Kota Banjarmasin dan Banjarbaru.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin saat dikonfirmasi klikkalsel.com, Selasa (22/10/2019) malam, hal tersebut terjadi dikarenakan saat ini banyak terjadi pembakaran jerami padi oleh para petani di persawahan untuk mempersiapkan bercocok tanam.

“Sedangkan lahan gambut yang terbakar masih ada di beberapa titik, seperti di Pal 17 dan Jalan Lingkar Selatan, kami masih melakukan pembasahan setiap harinya,” imbuhnya.

Pemadaman titik api di lahan rawa gambut mengalami berbagai kendala, kedalaman yang mencapai sekitar 5 meter dan di dalamnya terbakar lebih dari 1 meter membuat titik api sering kembali menyala.

“Kadang-kadang mendadak muncul asap besar dari bawah tanah, dan ketika siang cuaca panas api kembali berkobar,” ujar Wahyuddin.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel awal Januari sampai dengan 18 Oktober 2019, tercatat 521.59 Hektar luas lahan terbakar di Kota Banjarbaru, sedangkan di Kabupaten Banjar luas lahan terbakar 1189.05 Hektar.(nuha)

Editor : Akhmad