Tipu-Tipu Berkedok Arisan Online, Korban Diduga Ratusan Orang dengan Kerugian Milyaran Rupiah

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Lama tak terdengar, kasus penipuan bermodus jual beli arisan online kembali terjadi di Banjarmasin. Dugaan kasus serupa sempat viral hingga membuat korbannya berbondong-bondong melaporkan ke Polresta Banjarmasin.

Kasus ini menyeret nama seorang perempuan berinisial NJ sebagai terlapor. Perempuan yang kesehariannya berprofesi sebagai perawatan home care diduga “menilep” duit para korbannya yang mencapai milyaran rupiah.

Salah satu korban, Zulis saat ditemui awak media mengaku mengenal terduga pelaku karena sering meminta jasa home care. Kemudia ia ditawari untuk menjadi klien jual beli arisan online yang dikelola oleh NJ.

“Awalnya di bulan Maret ditawari arisan online dengan setoran Rp 10 juta dengan keuntungan yang dijanjikan Rp 5 juta selama 1 bulan,” Ucapnya, Senin (24/8/2026).

Saat waktu yang dijanjikan, NJ ujarnya hanya mengembalikan sebesar Rp 10 juta. Sedangkan keuntungan Rp 5 juta dimasukan kembali untuk diikutkan putaran berikutnya dengan keuntungan Rp 2 juta.

“Berkali-kali selalu seperti itu, uang yang dikembalikan tidak pernah penuh. Selalu ada yang di masukan untuk putara berikutnya,” Jelasnya.

Namun seiring waktu, hal yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi hingga akhirnya ia berusaha mengkonfirmasi kepada NJ.

Ia dan beberapa korban lain sempat mendatangi rumah NJ di kawasan jalan Pramuka. Namun hasilnya nihil karena korban sudah tidak berada di rumah tersebut.

Baca Juga : Ratu Arisan Bodong Akui Jual Slot Fiktif Karena Menutupi Peserta yang Kabur

Baca Juga : Menteri LH Sebut 11 Perusahaan di Kalsel Terindikasi Masuk Penanganan Kasus Karhutla

Hingga akhirnya pencarian para korban membuahkan hasil dan menemukan NJ di salah kos di kawasan Banjarmasin Selatan. Karena ramainya massa, NJ sempat dilarikan ke Polsek Banjarmasin Selatan.

“Karena tidak ada titik terang akhirnya kami melaporkan ke Polresta Banjarmasin guna menuntut keadilan,” terusnya.

Sementara itu salah satu korban lain bernama Nur mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat aksi tipu-tipu yang diduga dilakukan oleh NJ.

Semua bermula saat ia melihat status seorang teman yang mempromosikan dibukanya arisan yang dikelolah oleh NJ.

“Awalnya itu cuma arisan biasa, bukan arisan online. Semua berjalan lancar,” tuturnya.

Kemudian NJ menawari Nur untuk membeli arisan atas namanya dengan alasan uangnya guna keperluan mendesak sang suami.

“Pertama cuma Rp 10 juta dengan janji keuntungan Rp 3 juta selama 1 bulan. Awalnya semua lancar dan tidak ada masalah,” jelasnya.

Hingga akhirnya ia pun percaya dan menginvestasikan dana lebih banyak ke jual beli arisan online yang dikelola NJ dengan besaran bervariasi dari Rp 3 juta sampai yang paling besar Rp 25 juta selama rentang Maret hingga Juni 2026.

“Setiap bulan saya ditawari untuk membeli arisan dengan alasan uangnya mau digunakan untuk biaya anak kuliah hingga berangkat umroh. Total kerugian saya ratusan juta rupiah,” ujarnya.

Saat ini kasus tipu-tipu berkedok arisan online ini tengah berjalan di Polresta Banjarmasin. Para korban berharap polisi dapat menegakan keadilan untuk mereka. (David)

Editor: Abadi