Tingkatkan Produktifitas Kambing, Pemkab Tabalong Kembangkan Kambing Jenis Boertab

Bupati Tabalong Anang Syakhfiani mengunjungi sentral peternakan kambing boertab di Desa Maburai Murung Pudak (foto : arif/klikkalsel)

TANJUNG, klikkalsel – Membangun dan meningkatkan produktifitas kambing di Kabupaten Tabalong, Pemerintah Kabupaten setempat bersama peternakan kambing yang terletak di Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak, tengah mengembangkan kambing jenis “boertab”.

Kambing boertab sendiri merupakan hasil kawin silang antara kambing lokal dengan kambing unggulan jenis boer yang berasal dari Afrika Selatan dan jenis kambing ini ialah kambing pedaging.

Bupati Tabalong Anang Syakhfiani saat kunjungannya ke peternakan kambing boertab mengatakan, tidak pernah membayangkan realisasi sentra kambing Boer Tabalong secepat ini.

“Atas nama pemerintah kabupaten Tabalong menyampaikan ucapan terimakasih sekaligus memberikan apresiasi dan tentu saja akan memberikan dukungan terhadap keberadaan sentra pengembangan budidaya kambing Boertab ini,” kata Anang saat meresmikan peternakan kambing boer tabalong, Rabu (12/6).

Untuk itu Anang pun berencana akan memposisikan peternak lokal di Tabalong sebagai plasma dan intinya berada di sentra budidaya kambing Boertab tersebut.

“Nanti secara selektif kami akan mencarikan kelompok-kelompok yang siap untuk bermitra dengan sentra budidaya kambing Boertab,” ucapnya.

Anang juga berharap kepada pihak sentra budidaya kambing Boertab ini adanya pendampingan terhadap kelompok – kelompok yang akan di seleksi, supaya nantinya masyarakat bisa menjadikan usaha ini sebagai usaha pokok.

“Mudah – mudahan dengan peresmian sentra ini bermanfaat bagi masyarakat dan kita berharap agar Kabupaten Tabalong bisa menjadi sentra pengembangan ternak kambing di Kalimantan Selatan maupun di Kalimantan,” pungkasnya.

Sementara itu pengelola sentra kambing Boer Tabalong, Martinus Alexander mengungkapkan budidaya kambing boer ini sebagai alternatif kegiatan yang relevan dengan pemberdayaan dan penggerakan ekonomi pedesaan.

“Untuk keunggulan kambing boer ini ukuran badannya lebih pendek, bagian dada lebih lebar, berbobot dan tentunya lebih berdaging,” ungkapnya.

Pihaknya sudah mulai beroperasi sejak Maret 2019 dengan banyak kambing 200 ekor.

“Untuk saat ini hasil kawin silang belum ada namun yang sudah dalam tahap bunting ada sekitar 50 ekor dari hasil silangan antara kambing boer dan lokal,” papar Martinus.

Kedepannya selain bermitra dengan kelompok – kelompok peternak kambing lokal pihaknya akan bekerjasama dengan petani guna kebutuhan bahan pakan.

“Kami juga akan menjalin kerjasama dengan petani rumput, jagung dan tanaman bahan pakan ternak lainnya guna menghasilkan produk kambing unggul dengan kualitas daging terbaik yang dipelihara menggunakan pakan berkualitas,” pungkas Martinus. (arif)