BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ratusan relawan pemadam kebakaran (Balakar/Damkar) se-Kota Banjarmasin memadati halaman Balai Kota Banjarmasin dini hari sekitar pukul 03.00 WITA dalam momentum sahur bersama jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin.
Ini sekaligus menjadi ruang pertemuan antara pemerintah dan para relawan yang selama ini berada di garis depan saat musibah kebakaran melanda permukiman warga.
Kegiatan dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus Balakar serta Damkar se-Kota Banjarmasin, hingga sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Dalam sambutannya, Yamin menegaskan bahwa keberadaan relawan pemadam kebakaran merupakan kekuatan sosial yang tidak tergantikan dalam membantu pemerintah menjaga keselamatan masyarakat.
Menurutnya, keberanian para relawan yang selalu siap siaga meninggalkan keluarga demi menolong warga merupakan bentuk pengabdian yang patut dihargai dan dilindungi.
“Relawan pemadam kebakaran adalah garda terdepan saat musibah terjadi. Mereka hadir tanpa menunggu perintah, bahkan sering kali mempertaruhkan keselamatan diri demi menyelamatkan orang lain,” ujarnya
Ia menjelaskan, pemerintah kota saat ini mendorong seluruh relawan pemadam kebakaran agar terdata secara resmi melalui sistem E-Damkar Banjarmasin.
Pendataan tersebut menjadi langkah penting agar para relawan dapat memperoleh perlindungan yang layak, termasuk jaminan keselamatan kerja.
“Kalau masih ada relawan yang belum terdaftar, segera laporkan diri. Dengan data yang jelas, pemerintah bisa memberikan bantuan seperti asuransi keselamatan kerja dan pembinaan yang lebih terarah,” tegasnya.
Pada momentum yang sama, Yamin juga menyoroti persoalan lingkungan yang masih menjadi tantangan di Kota Banjarmasin, yakni pengelolaan sampah.
Baca Juga : Wali Kota Banjarmasin Soroti Sampah dan Penataan Pasar Wadai Ramadan, Pengelolaan Diminta Lebih Maksimal
Baca Juga : Gerakan Pilah Plastik Menggema pada Safari Ramadan Wali Kota Banjarmasin di Sungai Jingah
Ia mengajak para relawan pemadam kebakaran yang selama ini dekat dengan masyarakat untuk ikut menyuarakan gerakan memilah sampah dari sumbernya.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah harus dimulai dari rumah tangga.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk para relawan damkar yang punya pengaruh besar di lingkungan masing-masing, untuk mulai memilah sampah dari sumbernya,” tuturnya
“Kalau dari rumah sudah dipisah, pengelolaannya akan jauh lebih mudah dan lingkungan kita lebih bersih,” lanjutnya.
Menurut Yamin, Banjarmasin memiliki kekuatan besar dalam solidaritas masyarakat melalui keberadaan Balakar yang tersebar di berbagai sudut kota.
Namun di sisi lain, sistem penanggulangan kebakaran masih menghadapi tantangan dalam hal koordinasi, peningkatan keterampilan, serta perlindungan bagi relawan yang bertugas di lapangan.
Karena itu pemerintah kota berupaya memperkuat pembinaan melalui pelatihan dan kegiatan peningkatan kapasitas.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar lomba ketangkasan pemadam kebakaran sebanyak dua kali dalam setahun, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Damkar dan Hari Jadi Kota Banjarmasin.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana meningkatkan kemampuan teknis para relawan.
“Kami ingin para relawan tidak hanya cepat bergerak di lapangan, tetapi juga semakin terlatih, profesional, dan mendapatkan perlindungan yang memadai,” terangnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk para relawan pemadam kebakaran yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan.
Doa yang dipanjatkan pada dini hari itu menjadi pengingat bahwa di balik sirine dan kobaran api, ada pengabdian panjang yang sering kali tidak terlihat oleh publik.(adv/fachrul)





