Banjarmasin

Tak Kunjung Diakomodir, Aspirasi Warga Sungai Lulut Dikawal Dewan

Warga saat menghadiri reses anggota DPRD Banjarmasin di Kelurahan Sungai Lulut. (foto : wahyu/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Setiap menggelar reses atau menjaring aspirasi masyarakat, keluhan pembangunan selalu dilontarkan masyarakat kepada wakil rakyat.

Begitu juga ketika anggota DPRD Banjarmasin daerah pemilihan (dapil) Banjarmasin Timur menggelar reses di Kelurahan Sungai Lulut, Senin (16/7/2018).

Wakil Rakyat Elli Rahmah, Noorlatifah, Awan Subarkah, Tugiyatno, Zainal A Husni, Johansyah, Abdul Gais, Syahrani, dan Ramadhan Supit dicecar soal program pembangunan.

Pada kegiatan menjaring aspirasi masyarakat yang dihadiri sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Lurah Sungai Lulut, H Umar banyak mendapat keluhan soal program pembangunan di Banjarmasin yang tidak merata.

Warga keluhkan pembangunan dan infratrukstur yang tidak merata diBanjarmasin. (foto : wahyu/klikkalsel)

Seperti Jalan Pengambangan hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda perbaikan. Padahal aktivitas pengguna jalan di kawasan tersebut terus mengalami peningkatan. Begitu juga dengan kawasan lain di Banjarmasin Timur.

Retno, warga Pembina IV, Komplek Rahayu pun mengemukakan kalau Jalan Veteran sudah nampak mengalami kerusakan. Warga pun sudah menyampaikan hal itu ke dewan kota dan Pemkot Banjarmasin. “Hingga kini 5 tahun sudah belum jelas ada perbaikan jalan dan jembatan di Veteran,” ujarnya.

Bukan itu saja, mengingat padatnya arus lalu lintas dari Veteran hingga menuju kawasan Kabupaten Banjar, warga meminta pemerintah membuat jalan tembus.”Untuk memecah kemacetan, perlu dibangun jalan tembus yang beraspal,” kata Retno kembali.

Tak terkecuali kawasan pertanian yang masih ada di kawasan Sungai Lulut sudah tertutup saluran airnya.”Tak ada lagi drainase yang mengalirkan air ke kawasan pertanian,” sebutnya.

Noorlatifah mengemukakan, sejumlah keinginan masyarakat terkait perbaikan jalan dan jembatan sudah diprogramkan Pemko Banjarmasin. “Diantara jalan dan jembatan yang akan diperbaiki ada di RT 7, 8, dan 9 kawasan Sungai Lulut,” kata politisi perempuan Partai Golkar ini.

Seperti halnya Murung Selong, ia berkeyakinan segera akan ada perbaikan. “Saya turun langsung ke lapangan melihat kondisi kawasan Murung Selong di mana jembatan kecil (titian) tak layak lagi. Kalau melintas goyangan sangat terasa,” akunya.

Terkait dengan lahan pertanian yang kekeringan, Ketua Himpunan Kerukunan Tani dan Nelayan (HKTI) Banjarmasin ini pun mengaku sudah melihat kondisi riil di lapangan. Solusinya perlu saluran air buatan untuk mengalirkan air ke kawasan pertanian. “Tak mungkin pertanian mengharapkan sungai pasang atau hujan,” tekannya.

Zainal A Husni menekankan, secara umum pihaknya mengapresiasi program pembangunan yang diharapkan masyarakat Sungai Lulut. “Kita akan kawal hingga ada wujud nyata program pembangunan dari pemerintah,” janjinya.(elo syarif)

Editor : Farid

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top