Sosialisasi Peningkatan Jembatan Sungai Lulut Masih Menunggu Desain

Jembatan Sungai Gardu kondisinya memprihatinkan karena sudah mulai amblas di badan jemabatan dan pagarnya sudah tidak layak. (foto : dok/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel- Pemerintah Kota (Pemko) sudah merencanakan pembebaskan lahan guna peningkatan tiga jembatan di Jalan Sungai Lulut, meskipun taksiran anggaran gati rugi masih diperhitungkan.

Terkait peningkatan tiga jembata di Sungai Lulut, Pemko juga belum mengetahui secara detail desain yang saat ini sudah berada dipihak PUPR Provinsi Kalimantan Selatan.

Pemko Banjarmasin harus melakukan pembebasan lahan di sekitar lokasi jembatan jembatan Sungai Gardu I dan Sungai Gardu II serta Jembatan Sungai Lulut yang menyatukan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

Kondisi jembatan makin memprihatinkan. Kemacetan sering terjadi.(foto : dok/klikkalsel)

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Ahmad Fanani mengungkapkan Saat ini pihaknya masih dalam proses appraisal, yang mana proses appraisal tersebut memakan waktu kurang lebih selama tiga bulan.

“Proses appraisal itu gunanya menentukan titik-titik mana saja yang akan dibebaskan lahannya. Dan itu selesai kurang lebih tiga bulan,” tuturnya, Jumat (18/1/2019).

Akan tetapi saat ini keinginan dari masyarakat Sungai Lulut yang terkena imbas pembebasan lahan dikatakan Fanani, adalah sosialisasi dan melihat bentuk dari jembatan yang nantinya akan dibangun.

“Sosialisasi kepada masyarakat itu yang diperlukan adalah desain dari jembatannya. Kalau untuk sosialisasi Kita siap menggelar sosialisasi kepada masyarakat, tetapi desain jembatanya itu kan berada di PUPR Provinsi, jadi kita menunggu kapan PUPR Provinsi siap untuk sosialisasinya,” ucap Fanani.

Hingga saat ini pihaknyabelum mengetahui, apakah desain dari jembatan Sungai Lulut tersebut sudah dibuat atau masih dalam proses oleh pihak PUPR Provinsi.

“Kita belum tau itu sudah atau belum, tapi untuk proses appraisal kita terus jalankan,” pungkasnya.(fachrul)

Editor : Alfarabi