Selama Ramadhan, Kembang Barenteng Laris Manis

Para ibu-ibu pengrajin Kembang Barenteng saat merangkai berbagai bunga untuk dijadikan Kembang Barenteng. (david/klikkalsel)
Para ibu-ibu pengrajin Kembang Barenteng saat merangkai berbagai bunga untuk dijadikan Kembang Barenteng. (david/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Bulan suci Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang Kembang Barenteng di Kota Banjarmasin.

Tradisi nyekar ke makam dan berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadan membuat permintaan Kembang Barenteng menanjak pesat yang berimbas dengan naiknya harga kembang tersebut di pasaran.

Hal itu membuat pendapatan pengrajin Kembang Barenteng menjadi berkali lipat dari hari biasanya.

Menurut pelaku usaha Kembang Barenteng Janah, warga Pengambangan Banjarmasin Timur, bila biasanya hanya menjual Rp10 ribu, kini selama Ramadhan tembus dengan harga Rp15 ribu tiap bungkusnya.

Diungkapkannya pula harga Kembang Barenteng yang biasanya berisi rangkaian bunga kenanga, melati, mawar dan bougenville ini akan semakin meroket dua hari menjelang lebaran.

“Apalagi dua hari mau lebaran atau kita sebut hari bedauh, harganya sampai Rp25 ribu perbungkus,” ungkap Janah.

Harga jual yang meningkat tersebut bukan hanya menjadi berkah bagi sang penjual, namun juga berkah bagi pengerajinnya atau disebut dengan parentengan.

Bila biasanya upah untuk seratus untaian Kembang Barenteng dihargai Rp15 ribu, namun selama Ramadhan naik menjadi Rp20 ribu.

“Kalo bedauh upahnya biasanya Rp30 ribu, bahkan kalo mau cepat kadang ada yang berani upah hingga Rp35 ribu,” ujar Rini salah satu ibu-ibu pengerajin kembang di Kampung Pengambangan.

Seperti diketahui Pengambangan merupakan kampung pengerajin kembang barenteng yang digeluti secara turun temurun oleh kaum perempuannya.(david)

Editor : Farid