Video : Sejumlah Kontingen Kejurnas Drum Band Protes dan Melakukan Aksi Boikot

BANJARMASIN, klikkalsel– Acara penutupan Kejurnas Drum Band yang digelar di GOR Hasnuddin HM, diwarnai dengan aksi boikot oleh sejumlah kontingen, Sabtu (8/12/2018) malam.

Sedikitnya ada 3 kontingen memilih boikot karena ketidakpuasan hasil penilian dewan juri di beberapa mata lomba Kerjurnas Drum Band Senior Satuan Kecil di Kalimantan Selatan.

Kontingen Kalimantan Selatan I yang merasa hak protes mereka tidak dilayani secara profesional oleh dewan juri. Manajer sekaligus penanggung jawab tim, Noorlatifah meungkapkan keberatan atas penilaian dewan juri diduga terkesan miring, dalam mata lomba Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) Putra.

“Salah seorang atlet kami, yakni Edo nomor punggung 3, dianggap oleh juri berlari saat lomba, sedangkan dalam bukti audiovisual dan rekaman yang kami miliki Edo tidak menunjukkan sedang berlari, dia tetap jalan cepat sesuai aturan pertandingan,” ungkap Noorlatifah.

Ketua Persatuan Drum Band Indobesia (PDBI) Banjarmasin itu, Noorlatifah yang akrab disapa Lala juga mengatakan pihak juri tidak mau memperlihatkan rekaman video mereka sebagai bukti keputasan yang dirasa tak objektif tersebut.

“Kami meminta dewan juri untuk memperlihatkan bukti video sebagai penguat keputusan saat sidang protes. Namun, mereka tak mau menampilkan bukti,” tegas Noorlatifah didamping pelatih utama kontingen Kalsel I, Dhiyaul Fajri kepada para awak media.

Sementara, Keberatan dari kontingen lain juga mengemuka dari kontingen Provinsi Banten. Manejer sekaligus penanggung jawab Kontingen Provinsi Banten, Haridoyo Sugianto mempertanyakan kredibitas dewan juri yang menyatakan timnya berlari saat lomba.

“Ini persoalan masalah persepsi, anggapan juri bahwa berlari itu tidak menampak ke tanah, tapi tim kami tidak berlari. Juri bersikukuh menyatakan bahwa kami berlari, kalau memang harus dibuktikan oleh pakar, apakah kami berlari atau jalan,? Ayoo kita buktikan !. Karena hasilnya, kami harus meninggalkan bagian acara kerjurnas,” beber Haridoyo Sugianto.

Selain itu, penilaian diduga tak objektif tanpa diserta bukti audio visual jelas oleh Dewan Juri Kejurnas Drum Band, juga dirasakan kontingen Jawa Tengah.

Akibat dari keputasan yang tidak memuaskan tersebut, dua Kontingen dari 11 Provinsi yang ikut serta Kerjurnas Drum Band. Mereka memilih memboikot beberapa bagian acara penutupan dengan menarik tim masing-masing.

Terkait hal ini, tak ada satu pun dewan juri yang dikoordinatori Erwin Safruddin, angkat bicara kepada awak media di Venue Gor Hasunuddin HM. Sedangkan Dewan Hakim melalui perwakilannya, Ibban Badawi mengatakan telah melaksanakan dan memutuskan apa yang diajukan oleh juri sesuai mekanisme prosedur perlombaan.

“Dewan Hakim juga menanyakan kepada Koordinator Juri, ‘hei bagaiamana anak buahmu menilai?’ sudak pak sesuai aturan. Masih tanya lagi kami, terkait pengolah data. Karna dari juri ada pengolah data. Apabila tak ada penyimpangan, maka dewan hakim membuat keputusan bersifat final, mutlak dan tak bisa dirubah,” cetus Ibban Badawi.(rizqon)

Editor : Alfarabi