BANJARMASIN, klikkalsel.com – Permasalahan ari bersih masih menjadi perhatian bagi Pemko Banjarmasin, ditengah kondisi kemarau panjang yang tengah melanda saat ini.
Terlebih dengan faktor interusi air laut yang juga sangat tinggi membuat PAM Bandarmasih beberapa waktu lalu, melakukan pendistribusian air asin kepada warga untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
Setelah air asin tersebut dihentikan karena banyaknya keluhan dari masyarakat, PAM Bandarmasih pun perlahan mencoba menyalurkan air bersih kepada warga meski dengan jumlah air baku semakin menipis.
PendistribusiN tersebut pun dipantau langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin yang didampingi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin di Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat di wilayah yang belum terjangkau layanan air secara optimal akibat terbatasnya ketersediaan air baku.
“Kita bersama Kapolresta, jajaran direksi PAM Bandarmasih dan juga komisaris memantau sekaligus menyalurkan air bersih. Di Kelurahan Kuin Cerucuk ini ada empat tandon,” ujarnya, Kamis (2/10/2026).
Menurutnya, air bersih disalurkan menggunakan mobil tangki dan ditampung di sejumlah tandon yang telah disediakan di beberapa titik, sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat.
“Memang ini adalah wilayah yang tidak sampai tersalurkan air. Sehingga kita mengantisipasinya dengan menyiapkan tandon dan mengantar menggunakan mobil tangki. Mungkin ada juga di beberapa daerah lain,” terangnya.
Ia berharap kondisi kemarau dan keterbatasan air baku dapat segera berakhir sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat bisa kembali normal.
Baca Juga : Kodim 1008 dan BPBD Tabalong Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih ke Dua Desa
Baca Juga : PAM Bandarmasih Hentikan Distribusi Air Asin, Air Bersih Konsumsi Mulai Mengalir Besok
“Tentunya kita berharap ini bisa cepat berlalu dan kondisinya cepat pulih lagi. Untuk di Kelurahan Kuin Cerucuk ada empat tandon, di empat titik lokasi untuk penyaluran air bersih,” harapnya.
Yamin juga memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan hingga kondisi air baku kembali normal.
“Ya, tentunya akan berlangsung seperti ini sampai keadaan nanti normal dan air bakunya normal,” ungkapnya
“Setelah normal air bakunya, saya rasa sudah tidak lagi seperti hal yang saat ini terjadi, karena air bakunya memang agak terbatas,” sambung.
Sementara itu, warga Kelurahan Kuin Cerucuk, Rahmadina, mengaku kondisi air ledeng di wilayahnya sudah mengalami gangguan sekitar satu bulan. Air terkadang masih mengalir, namun debitnya kecil dan terasa asin sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi.
“Sebulan yang lalu air ledeng di sini tidak jalan. Bisa juga jalan, cuma tidak deras keluarnya dan airnya asin. Semoga airnya berjalan normal, tidak asin lagi, supaya tidak sulit untuk dikonsumsi,” ujar Dina.
Sebelum mendapatkan bantuan, ia mengaku harus membeli air dari luar dengan harga sekitar Rp5.000 per galon.
“Alhamdulillah, ada bantuan ini bisa teratasi untuk sehari-hari. Air ini digunakan untuk diminum dan untuk masak-masak di dapur,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Acil Amun, yang mengaku gangguan air bersih telah dirasakan sekitar tiga bulan, dengan kondisi air semakin asin dalam satu bulan terakhir.
“Sudah lama, sekitar tiga bulanan. Tapi yang parah ini sudah satu bulan lebih, airnya masin (asin) banget. Airnya tetap jalan, tapi asin dan tidak bisa diminum,” tuturnya.
Menurut Amun, bantuan air bersih sangat membantu kebutuhan rumah tangga. Dalam sehari, keluarganya membutuhkan sekitar 50 liter air untuk berbagai keperluan.
“Alhamdulillah ada bantuan. Kami berterima kasih kepada semua petugas dan dinas-dinas yang membantu. Satu keluarga sekitar 50 liter setiap hari sudah cukup untuk mencuci sayur, ikan, beras, untuk minum dan masak-masak,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran







