RPU Modern Basirih Mangkrak Sejak 2023, Wali Kota Yamin Minta Segera Difungsikan

Wali Kota Banjarmasin, Muhanmad Yamin, didampingi Kepala DKP3 Banjarmasin, saat meninjau lokasi RPU Basirih

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Rumah Potong Unggas (RPU) modern milik Pemerintah Kota Banjarmasin di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih hingga kini belum juga beroperasi, meski pembangunannya telah rampung sejak 2023.

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, ketika dirinya turun meninjau RPU modern tersebut, sekaligus mengecek berbagai kendala yang membuat fasilitas itu belum dapat dimanfaatkan.

Dalam peninjauan tersebut, Yamin memeriksa sejumlah fasilitas, mulai dari bangunan, kandang, sarana pemotongan, ketersediaan air bersih, peralatan, drainase hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Yamin meminta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin segera memetakan seluruh persoalan yang menghambat operasional RPU.

“Kita inginkan bahwa RPU modern harus segera difungsikan. Bangunan RPU yang modern di kawasan RPH Basirih itu sudah lama selesai, sejak sekitar tahun 2023, tapi sampai sekarang masih terkendala,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan. RPU modern dibangun untuk mendukung aktivitas pemotongan unggas yang lebih tertata, higienis, profesional dan produktif.

Selain operasional RPU, Yamin juga menyoroti kondisi lingkungan di kawasan RPH Basirih. Sistem IPAL, drainase dan kebersihan kawasan diminta segera dibenahi.

Baca Juga : Ketersediaan Bapok Jelang Idul Adha Tercukupi, Yamin Pinta Unit RPU Segera Beroperasi

Baca Juga : Peringati Hari Anak Nasional, Wali Kota Yamin Ajak Semua Pihak Bersatu Siapkan Generasi Emas

Ia juga mendorong agar limbah hasil pemotongan unggas, seperti bulu ayam dan sisa lainnya, tidak hanya dibuang, tetapi dapat dikelola menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

“Kita lihat tadi banyak juga bulu ayam dan sebagainya. Ini harus dikelola dan diolah agar bisa bermanfaat kembali,” bebernya.

Ke depan, ia menginginkan aktivitas pemotongan unggas di Kota Banjarmasin dapat diarahkan dan dipusatkan di kawasan RPH Basirih.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan standar kebersihan, kesehatan dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

“Kita inginkan semua pemotongan unggas yang ada di Kota Banjarmasin itu terfokus ke RPH ini,” ucapnya.

Selain itu, Yamin juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga apabila pemerintah daerah mengalami keterbatasan dalam mengelola fasilitas tersebut secara maksimal.

“Kalau memang tidak mungkin, kita coba dengan pihak ketiga. Sehingga benar-benar ini bisa berjalan dengan maksimal,” tuturnya.

Ia menegaskan, RPH Basirih tidak boleh hanya menjadi aset yang telah dibangun tetapi belum memberikan manfaat bagi masyarakat maupun daerah.

Untuk itu, selain pembenahan fasilitas, ia meminta konsep pengelolaan yang jelas dan profesional segera disiapkan agar RPU modern tersebut benar-benar dapat beroperasi secara produktif.

“RPH ini harus kita buat lebih profesional dan produktif. Tujuannya agar benar-benar bisa termanfaatkan,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran