BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemko Banjarmasin berikan suguhan khas Banjar saat Wakil Duta Besar Belanda datang mengunjungi kantor Wali Kota Banjarmasin.
Jamuan tersebut disajikan di Ruang Rapat Wali Kota Banjarmasin. Suguhan kuliner khas Banjar bukan sekadar pelengkap pertemuan, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Banjarmasin kepada para tamu dari Belanda.
Kasubag TU Pimpinan Setdako Banjarmasin, Elly Soraya, mengatakan kuliner menjadi salah satu cara sederhana namun bermakna untuk memperkenalkan karakter daerah kepada tamu yang datang dari luar negeri.
“Selain menyambut tamu secara resmi, kami juga ingin memperkenalkan makanan khas Banjar. Ini menjadi bagian dari cara kita mengenalkan budaya dan kearifan lokal kepada tamu dari luar negeri,” kata Elly.
Menurutnya, makanan khas daerah memiliki cerita dan identitas tersendiri. Karena itu, penyajiannya dalam agenda penyambutan tamu pemerintahan juga diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Banjarmasin.
“Melalui hidangan khas Banjar, kita berharap tamu bisa mengenal Banjarmasin tidak hanya dari sisi pemerintahan. Tetapi juga dari budaya dan kulinernya,” ujarnya.
Baca Juga : Belanda Tawarkan Kerja Sama Cegah Karhutla Kalsel, Soroti Tata Kelola Lahan dan Air
Baca Juga : Investasi Money Changer Rp600 Juta Bermasalah, Dugaan Aliran Dana ke Anggota DPD RI Kalsel Muncul
Suguhan tersebut menjadi bagian kecil dari cara memperkenalkan identitas kota. Sebab, kuliner tidak hanya berbicara soal makanan, tetapi juga dapat menjadi representasi tradisi, kebiasaan, dan kekayaan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.
Elly mengungkapkan bahwa Bagian Umum Setdako Banjarmasin turut memastikan berbagai kebutuhan penyambutan tamu dapat dipersiapkan dengan baik, termasuk konsumsi selama agenda berlangsung.
“Itu kita dilakukan agar rangkaian pertemuan dapat berjalan nyaman dan lancar,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menjelaskan bahwa kunjungan Wakil Duta Besar Belanda bersama Penasihat Senior Kebijakan Politik Kedutaan Besar Belanda menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan sekaligus menjajaki berbagai peluang kerja sama.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah kemungkinan pertukaran pengetahuan dengan Belanda, khususnya dalam persoalan yang selama ini dekat dengan kehidupan masyarakat Banjarmasin, seperti sungai dan banjir.
“Kami mengetahui Belanda sendiri merupakan negara maju, terutama dalam teknologi. Siapa tahu dari kami di Indonesia bisa belajar langsung ke Belanda, khususnya terkait penataan sungai dan penanganan banjir,” jelasnya.
Pemko Banjarmasin pun membuka peluang kerja sama dalam sejumlah bidang, mulai dari pendidikan, teknologi, lingkungan, energi, hingga pengelolaan sungai dan penanganan banjir.
“Mereka tidak hanya sebagai mitra kerja sama, tetapi juga kita kenalkan kekayaan budaya yang dimiliki Kota Seribu Sungai,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran







