Ribuan Ikan Petambak Mati, DLH Banjarmasin Sayangkan Bangkai Dibuang ke Sungai

Sejumlah Penambak ikan di Banua Anyar gagal panen, ikan yang berada dikeramba mati (foto Azka)

BANJARMASIN, klikkalsel – Diduga akibat menurunnya kadar oksigen dan kualitas air, ribuan ikan milik petambak keramba apung mati.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, H Muhyar mengatakan kematian ribuan ikan jenis Bawal akibat penurunan kadar oksigen dan kualitas air.

Hal tersebut ujarnya selain terjadi karena adanya sumber pencemaran air yang terbawa dari hulu, baik karena bekas pertanian maupun pertambangan, namun juga dari pemberian pakan oleh petambak itu sendiri.

Dijelaskannya bahwa pakan pelet maupun pakan lain yang diberikan petambak kepada ikan akan menimbulkan endapan di dasar sungai yang secara tak langsung lambat laun akan mencemari sungai itu sendiri. “Dampaknya ya seperti ini dan ini sudah terjadi beberapa kali,” ujar Muhyar, Rabu (8/10/2019).

Lebih lanjut ia pun menyayangkan tindakan beberapa petambak yang membuang atau melarutkan bangkai ikan yang mati itu ke Sungai Martapura. Seharusnya ujar Muhyar, bangkai ikan itu diangkut dan ditanam ke dalam tanah.

“Kalau dibuang ke sungai itu malah menambah pencemaran, baik itu pencemaran bau dari bangkai maupun pencemaran bakteri yang dihasilkan dari pembusukan bangkai itu sendiri,” ujarnya.

Dijelaskan Muhyar bahwa tindakan tersebut akan menambah pencemaran dan penurunan kualitas air di Sungai Martapura. Lantas ia bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kota Banjarmasin sedang berupaya memikirkan cara untuk memindahkan tambak terapung ini ke daratan, bukan berada di tepian sungai seperti sekarang.(david)

Editor : Amran