Berita Utama

Reggy Putuskan Tak Pulang Kampung Demi Keselamatan Keluarga

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Suasana Ramadan dan lebaran Idul Fitri 1441 H tahun ini pasti terasa sangat berbeda bagi Ummat Islam. Keadaan ini juga dirasakan mahasiswa/perantau yang menjalani studi di luar kampung halaman. Sebab, tradisi mudik lebaran harus ditunda sebagaimana anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.
Meskipun perasaan rindu berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara, serta kerabat selalu tumbuh, namun pilihan untuk tidak mudik harus diterima karena dianggap paling baik. Selain untuk melindungi keluarga, juga melindungi diri sendiri dari penularan wabah mematikan yang bisa aja selama dalam perjalanan mudik akan membawa wabah ke kampung halaman
Reggy Amianu Dyanta Ratih, salah satu mahasiswa perantau di Banjarmasin asal Kabupaten Tanah Laut membagikan cerita rindu dan pilunya saat momen Ramadhan tak bisa berkumpul dengan keluarga. Saat momen Idul Fitri ini ia memastikan tak pulang kampung halaman.
Baca Juga : PSBB Jilid III, Pemko Harapkan Poskamling Diaktifkan
Meski jauh dari keluarga, ada hikmah lain yang dirasakan mahasiswa UNISKA MAB Banjarmasin ini. Kata Reggy, kebersamaan dan kekeluargaan teman seperjuangan yang didapatkan.
“Alhamdulillah, 30 hari Ramadhan sudah dilalui. Saat menjalani bulan puasa berkumpul di sekretariat sementara organisasi Mapala UNISKA berlokasi di tempat kerja senior yang menampung kami karena karena kampus ditutup,” ucapnya kepada Klikkalsel.com, Sabtu (23/5/2020) malam.
Namun, seiring berjalan waktu menjelang Idul Fitri sebagian teman se organisasinya memilih pulang kampung ke daerah masing-masing di Kalsel. Meski demikian, Reggy mahasiswa semester IV ini tetap bertahan di Banjarmasin tak pulang kampung di tengah situasi wabah Covid-19.
Tepat di malam menjelang Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 24 Mei 2020 atau 1 Syawal 1441 Hijriyah gema takbir bersenandung, Reggy terlihat seorang di sekretariat sementara Mapala Mapala UNISKA, di Jalan Padat Karya, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara. Reggy mengatakan, keputusan tak pulang kampung itu sudah mendapat izin orang tuanya.
“Pertimbangan saya tidak mudik meski kampung halaman tak begitu jauh cuma menempuh waktu sekitar 1 jam lebih, karena ini saya pilih demi keselamatan keluarga di tengah wabah virus corona. Mama di rumah mengizinkan, kami sama-sama menjaga,” ujar Reggy.
Lanjut ujarnya, untuk melepas sedikit kerinduan keluarga di kampung halaman akan dilakukan secara online yaitu video call dengan orang tua. Reggy berharap pandemi Covid-19 ini cepat berakhir dan dapat berkumpul keluarga. Baginya momen Ramadhan dan Idul Fitri di tengah pandemi ini akan menjadi salah satu pengalaman yang tidak bisa dia lupakan.
“Pulang kampung ditunda dulu, lain waktu pasti bisa bertemu. Selain aku, pasti banyak mahasiswa perantau lainnya merasakan hal yang sama, apalagi mereka yang di luar pulau sana,” pungkasnya.(rizqon)
Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top