PJ Bupati Tabalong Ingin Ciptakan SDM kompetensi SAR yang Baik dan Siap Siaga

Pj Bupati Tabalong, Hamida Munawarah ketika membuka pelatihan teknis potensi SAR MFR

TANJUNG, Klikkalsel.com – Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kantor pencarian dan pertolongan Banjarmasin menggelar pelatihan teknis potensi SAR Medical Fast Responder (MFR) di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi.

Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 9 sampai 15 Juni 2024 diikuti perwakilan UPBS dan relawan se-kecamatan Tabalong.

Pelatihan tersebut langsung dibuka Pj Bupati Tabalong, Hamida Munawarah serta dihadiri jajaran Forkopimda setempat, Senin (10/06/2024).

Pj Bupati Tabalong, Hamida Munawarah ingin melalui pelatihan kali ini bisa menciptakan sumber daya manusia dengan kompetensi SAR yang baik, yang siap siaga saat diperlukan.

“Di samping itu kita juga mampu menyiapkan kesiapsiagaan masyarakat melalui para relawan yang akan diberi pelatihan. Jadikan pelatihan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri kita agar lebih baik lagi, karena apa yang dipelajari di sini akan sangat berguna dalam situasi darurat yang sebenarnya,” ucapnya.

Hamida menyampaikan pelatihan teknis ini menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam menangani situasi darurat serta bencana di wilayah Kabupaten Tabalong.

Baca Juga Dishub Tabalong Optimis Raih Penghargaan WTN Kategori Kencana

Baca Juga Satpol PP Tabalong Pasang Baliho Larangan Berjualan di Jalan Penghulu Rasyid

“Kita memerlukan personil yang dapat memberikan respon cepat, tepat, dan efektif dalam situasi darurat. Dengan mendorong pelibatan seluruh komponen masyarakat kita berupaya untuk memperluas jangkauan upaya penanggulangan bencana, tidak hanya terbatas pada wilayah-wilayah tertentu saja, tetapi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok Kabupaten Tabalong dan sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana mengatakan peserta yang mengikuti dari perwakilan UPBS dan relawan kecamatan di Tabalong.

“Iya betul, hampir 95 persen itu dari masyarakat semua jadi masing-masing kecamatan perwakilannya ada,” katanya.

Putu menyebutkan lewat peserta dari perwakilan ini jadi perpanjangan tangan Basarnas dan pemerintah daerah untuk menularkan ke masyarakat lainnya terkait pertolongan pertama.

“Peserta inilah yang akan memberikan atau menularkan ilmunya kepada teman-temannya di masing-masing kecamatan. Dan semakin banyak orang paham terkait pertolongan pertama begitu ada kejadian semakin besar peluang korban itu bisa diselamatkan,” sebutnya.

Ia menuturkan para peserta akan diberikan pelatihan kemudian dilaksanakan kompetensi.

“Nanti setelah diberikan pelatihan, tanggal 14-15 Juni itu diuji kompetensikan oleh tim Basarnas pusat,” tuturnya.

Ia pun mengatakan apabila para peserta lulus kompetensi maka akan mendapatkan sertifikat.

“Kalau itu sudah lulus, mereka ini tidak hanya dibutuhkan di Tabalong saja mereka bisa memberikan kontribusinya di seluruh Kalimantan Selatan dan Indonesia,” kata Putu. (dilah/adv)