Sabtu, September 25, 2021

Petanian Batola Tambah ‘Perkasa’, Kementerian Bangun Rice Milling Unit Jelang HPS

MARABAHAN, klikkalsel – Pertanian di Barito Kuala dipastikan semakin berkembang pesat. Pasalnya, Kabupaten berjuluk Bumi Selidah ini baru saja mendapat sentuhan dari Pemerintah Pusat.

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT dan Trans) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PKTrans), melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau alat penggilingan padi di Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Cahaya Baru Desa Jejangkit Kecamatan Jejangkit, Jum’at 21/9/2018.

Dalam kunjungan kerja Dirjen PKTrans, M Nurdin didampingi Dirjen PKP2Trans, Anggota Komisi V DPR-RI H Abdul Latif Hanafiah, dan sejumlah pejabat jajaran Kemendes PDT dan Trans, serta pihak Pemkan Barito Kuala dan Pemprov Kalsel itu. Guna menindaklanjuti pembangunan Rice Milling Unit berkapasitas 1,2 ton per jam.

Pembangunan tersebut nantinya, dapat memudahkan para petani dalam melakukan penggilingan padi. Keberadaan RMU ini dipandang sangat tepat karena di kawasan ini tengah mengoptimalkan lahan rawa lebaknya menjadi pertanian produktif dengan sistem polder.

Sekdakab Batola H Supriyono menyampaikan teknis pengembangan serta dampak keuntungan dengan dijadikannya Jejangkit sebagai kawasan pengembangan pertanian produktif.
“Ada satu input dari pengembangan pertanian ini paling tidak akan menjadikan kawasan pertanian modern yang tadinya digarap secara tradisional,” ucapnya.

Sebelumnya, rombongan juga meninjau lokasi optimasi pengembangan lahan rawa lebak di Desa Jejangkit Muara Kecamatan Jejangkit. Merupakan pengembahan dari Kementerian Pertanian, sekaligus dalam rangka menyambut Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 yang akan dilakukan panen raya oleh Presiden Jokowi, pada 18-21 Oktober 2018 mendatang.

Sekdakab Barito Kuala H Supriyono menambahkan, terdapat 750 hektar pengembangan sawah di kawasan Jejangkit ini dengan pengembangan tahap pertama seluas 250 hektar.

Menurutnya sistem polder akan membantu meningkatkan produktivitas padi di kawasan Jejangkit. Ia optimis keberhasilan pengembangan padi dapat direflikasi oleh kawasan transmigrasi lahan rawa lainnya.
“Kalau dulu penanaman satu kali dalam setahun, sekarang dengan sistem folder diharapkan minimal bisa dua kali setahun, syukur-syukur bisa tiga kali,” pungkasnya.

Penggarapan 4.000 hektar lahan HPS tersebut, dipastikan akan menjadi sumber pangan Bumi Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan.

Diperkirakan hasil produktifitas petani di desa Jejangkit Muara, sebanyak 7.600 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan luasan lahan 2.000 Hektar. Pasca HPS dan penggarapan sawah oplimal, dipastilan hasil panen petani akan meningkat 400 persen. (rizqon)

Editor : Elo Syarif

Related Articles

Trending

Terbaru

TOPIK POPULER

IKUTI KAMI

1,763FansSuka
26,867PengikutMengikuti
582PelangganBerlangganan