BANJARMASIN, klikkalsel.com – Perwakilan perkumpulan pengusaha kafe kopi di Banjarmasin menyambangi ruang Wakil Ketua DPRD Banjarmasin HM Yamin, Senin (9/8/2021).
Kedatangan para pengusaha kafe kopi tersebut untuk mengeluhkan turunnya pendapatan usaha, lantaran kebijakan take away selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Banjarmasin.
“Selama PPKM Level 4 pendapatan usaha turun drastis. Kami tetap berusaha bertahan ditengah kondisi berat ini,” ucap Julia owner Universe Cafe.
Ia menceritakan beratnya menjalankan usaha ditengah pandemi dan sejumlah regulasi yang dirasa membuat UKM pelan – pelan mati dengan sendirinya.
“Salah satu kebijakan yang sangat kami rasakan yakni aturan Take Away. Kebanyakan pengunjung cafe ingin bersantai menikmati suasana. Kami pun sudah melaksanakan prokes secara ketat, namun tetap tidak diperbolehkan,” terangnya.
Bahkan, sebutnya, meski menerapkan sistem Take Away, namun usahanya tetap jadi masalah. “Ketika ada beberapa pelanggan yang datang untuk Take Away, juga dianggap Dine In. Jadi ini sangat membuat kami bingung,” keluhnya.
Serupa dengan Noviandi, Owner Utara Cafe yang belokasi di Sultan Adam, yang mengaku pernah dianggap melanggar prokes lantaran sejumlah pelanggan menunggu pesanan Take Away sedang diproses pelayan.
“Kan setelah order diproses dulu. Kebetulan ada beberapa pelanggan yang datang bersamaan . Itupun dianggap Stay In dan saya dianggap melanggar prokes,” bebernya.
Baca Juga : Tunggu Intruksi Presiden, Status PPKM Level IV di Banjarmasin Belum Diperpanjang
Noviandi berharap pemerintah lebih peka menetapkan sebuah kebijakan dan tetap menerapkan prokes secara ketat.
“Kami siap dengan prokes ketat dan tetap kami laksanakan sesuai aturan pemerintah. Namun kami juga berharap nasib UMKM juga diperhatikan agar roda ekonomi tetap berputar ditengah situasi berat seperti saat ini,” harapnya.
Sementara Wakil Ketua DPRD Banjarmasin HM Yamin usai menerima kedatangan pegiat kopi Banjarmasin mengatakan, pihaknya menerima dan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat salah satunya pelaku usaha yang sangat terdampak ditengah pandemi seperti saat ini.
“Kami akan perjuangkan semua aspirasi masyarakat. Yang terpenting ditengah situasi seperti saat ini, tetap mengedepankan prokes. Apalagi UMKM merupakan sektor ekonomi masyarakat yang juga berdampak selama pandemi ini, perlu mendapat perhatian,” tukasnya. (farid)
Editor : Amran





