Pertahankan Adipura, Pemko Tingkatkan Perangkap Sampah di Sungai

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina. (Dok Klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel.com- Menghadapi persiapan penilaian Penghargaan Adipura,

Pemko Banjarmasin disibukan dengan mulai berdatangannya eceng gondok di Sungai Martapura, sehingga membuat Kapal Sapu-Sapu harus bekerja lebih ekstra.

Selain dari serangan eceng gondok, permasalahan sampah pun masih menjadi sorotan untuk kembali meraih penghargaan Adipura.

Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengatakan, untuk penilaian Adipura ada beberapa Inovasi-inovasi lain termasuk dari aspek pengurangan sampah dan penanganan sampah.

Hal tersebut juga sesuai dengan dokumen perencanaan kebijakan strategi daerah (Jakstrada), yang mana untuk penilaian adipura kedepan lebih menekankan untuk pengurangan sampah dan penanganan sampah.

“Untuk target Adipura, kita tetap sesuai dengan Jakstrada kita, meskipun secara keseluruhan, 30 persen berada di pengurangan sampah, dengan segala inovasi yang sudah kita lakukan, seperti pelarangan kantongan plastik, gerakan nasional pemilahan sampah dengan sekolah Adiwiyata, hingga dikombinasikan dengan program smartcity melalui aplikasi e-Sampah,” ujar Ibnu Sina, Sabtu (16/11/2019).

Meski akan segera memasuki musim penghujan, dan mengakibatkan banyaknya sampah yang datang dari hulu melalui sungai.

Pemko Banjarmasin sudah siap mengantisipasi hal tersebut dengan meningkatkan perangkap sampah yang berada di Sungai Martapura di kawasan Banua Anyar.

Hal tersebut juga bertujuan untuk mempertahankan piala Adipura yang telah empat kali berturut-turut didapatkan Pemko Banjarmasin.

“Target kita mudah-mudahan masih bertahan, karena untuk mendapatkan piala Adipura Kencana memerlukan kerja keras yang luar biasa, dimana kita harus menjadikan Kota Banjarmasin yang benar-benar bersih,”

Selain itu Ibnu juga menyampaikan sesuai dengan Jakstrada yang telah ada yakni 30 persen pengurangan dan 70 persen melalui penanganan. Dimana penanganan yang dimaksudkan yakni dengan menghidupkan kembali rumah-rumah pencacah sampah.

Seperti diketahui bahwa Kota Banjarmasin menurut H Ibnu Sina telah lama memiliki alat pencacah sampah yang berada di pasar Antasari, namun alat tersebut sudah lama tidak berfungsi lagi.

“Hasil penelitian bersama Econit di Kota Banjarmasin 60 persen sampah yang masuk ke TPA merupakan sampah organik, nah itu bagai mana menguranginya? Yaitu tadi dengan menghidupkan kembali rumah-rumah pencacah sampah yang telah lama mati,” pungkasnya.(fachrul)

Editor : Amran