Penyakit Demam Berdarah Mulai ‘Hantui’ Banjarbaru, Sudah 8 Warga jadi Suspek

Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti.(foto: istimewa)

BANJARBARU, klikkalsel – Masuk musim penghujan, beberapa penyakit mulai menyambangi warga Kota Banjarbaru seperti serangan nyamuk Aedes aegypti yang membawa infeksi virus Dengue dan dapat menimbulkan penyakit demam berdarah Dengue (DBD).

Kabag Tata Usaha (TU) Rumah Sakit Umum Daerah Idaman Banjarbaru, M Firmansyah mengatakan, dari data Desember 2019 sampai dengan Januari 2020 terdapat 13 pasien terkena penyakit DBD.

“Dari data kami yang masuk pada bulan Desember kemarin terdapat 5 orang, dan Januari 2020 sampai dengan 21, ada 8 orang terkena DBD,” ucap Firmansyah di kantornya, Selasa (21/1/2020).

Ia menambahkan, jika dibandingkan tahun lalu pada awal musim penghujan 2019 tersebut cukup jauh. Namun yang perlu diperhatikan saat ini adalah jumlah pasien dari Desember sampai Januari trennya atau grafik mengalami kenaikan.

Dalam menangani pasien DBD di RSUD Idaman Banjarbaru, Firmansyah menuturkan, pihaknya selalu siap. Baik dari penanganan dan pelayanan maupun peralatan.

“Kalau statusnya luar biasa tentu kami selalu siap, menambahkan kapasitas bed (kasur) pun kami siap. Untuk obat-obatan juga aman,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Rizana Mirza menjelaskan, sejauh ini terdapat 8 orang suspek terkena DBD di Kota Banjarbaru.

“Sampai dengan Januari 2020 warga Banjarbaru ada 8 orang statusnya suspek DBD, tetapi setelah pemeriksaan dan hasil uji laboratorium terdapat 4 orang yang positif,” ujar Rizana Mirza bersama stafnya di kantor Dinkes Banjarbaru.

Ia menjelaskan, penyakit DBD di Kota Banjarbaru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya pada awal Januari sampai April 2019 status Banjarbaru sudah naik menjadi siaga DBD.

“Data yang kami peroleh berasal dari seluruh rumah sakit dan Puskesmas di Kota Banjarbaru, terdapat 626 kasus DBD di 2015, pada 2016 ada 557 kasus, lalu 2017 terdapat 56 kasus, tahun 2018 269 kasus, untuk 2019 tercatat 355 kasus penyakit DBD,” terangnya.

Rizana Mirza menghimbau, seluruh masyarakat khususnya warga Kota Banjarbaru agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan pola 3M plus (mengubur, menguras dan mendaur ulang barang) serta dianjurkan memakai kelambu menutup tempat tidur. (nuha)

Editor : Akhmad