Pendemo Tuding Ada Mafia Dibalik Kelangkaan Elpiji Melon

UNJUK RASA -
UNJUK RASA – PMII Kalsel saat menyampaikan tuntutan kelangkaan gas elpiji 3 kg ke wakil rakyat di DPRD Kalsel. (elo syarif/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – ‘Hilangnya’ gas elpiji melon pada tingkat pengecer, membuat resah masyarakat. Kalau pun ada, harganya melambung hingga Rp30 ribu per tabung.

Fakta ini mengundang reaksi keras mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalsel. Dengan menggelar unjuk rasa ke DPRD Kalsel maupun Banjarmasin, Rabu (20/12/2017).

Aksi demo sekitar pukul 10.00 Wita pagi itu disambut 3 anggota DPRD Kalsel, Suripno Sumas, Suwardi Sarlan dan Danu Ismadi Saderi.

Harianoor selaku koordinator aksi, menuding ada mafia gas elpiji melon di daerah ini. “Mafia menimbun elpiji dan dijual kembali dengan harga tinggi,” cecarnya.

Buktinya dari harga normal atau eceran tertinggi (HET) Rp17.500 per tabung, sudah menembus Rp30 ribu. “Kalau tak ada permainan, mustahil harga elpiji melon melambung tinggi,” ketusnya.

Wakil Ketua Pengurusa Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalsel ini pun meminta DPRD Kalsel segera mengambil langkah. “Selama ini semua diam tak prihatin atas kelangkaan elpiji yang merugikan masyarakat miskin daerah ini,” cetusnya.

Pihaknya pun mengancam jika sepekan setelah aksi ini DPRD Kalsel tak mampu juga mempertemukan PMII dengan Pertamina, pihaknya akan menggelar aksi lebih besar lagi.

“Kami siap turunkan massa dari seluruh PMII se Kalsel berunjuk rasa di DPRD Kalsel, jika wakil rakyat tak bisa merealisasikan pertemuan dengan Pertamina,” ancamnya.

Sementara Suripno Sumas berjanj akan mewujudkan keinginan PMII bertemu dengan petinggi yang berkompeten di Pertamina. “Jika Pertamina tak bisa, silakan kalian menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. (elo syarif)

Editor : Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.