Pencukur Tradisional Tak Takut Bersaing Barbershop

BANJARMASIN, klikkalsel – Tumbuhnya usaha jasa cukur modern atau dikenal barbershop di kota Banjarmasin dengan potongan rambut mengikuti trend kekinian, serta kenyamanan fasilitas. Tak membuat pencukur tradisional takut bersaing.


Sebab, usaha cukur rambut tergantung selera dan pelanggan. Jadi, barbershop tidak mempengaruhi keberadaan tukang cukur tradisional.

Maulana, barberman di Barbershop Padat Karya Sungai Andai mengatakan, harus mengetahui trend untuk memotong rambut. Kebanyakan pelanggan mengikuti model terbaru yang lagi ramai.

“Model guntingan bisa dilihat bentuk muka seseorang , misal bentuk oval, lonjong, atau persegi. Lalu akan mensesuaikan dengan trend dan raut wajat,’’ katanya.

Seorang barberman umumnya, tidak menggunakan gunting untuk mencukur, karena memakai clipper. Ditambah tempat yang agak nyaman dengan suasana interior modern.

“Harga tidak terlalu jauh mahal dibanding pangkas rambut tradisional. Jika mereka merasa nyaman dengan pelayanan bahkan trend gaya rambut sekarang silakan saja memilih,’’ ujar maulana.

Rata-rata, kata dia, pengguna jasa barbershop adalah anak muda.

Sementara itu, salah seorang tukang cukur tradisional, Kurnia mengatakan, tidak mempermasalahkan ada barbershop tersebut. Karena masing-masing akan memiliki pelanggan. Lagipula, ungkapnya, dan tarif sekali potong di cukur biasa hanya Rp10 ribu, atau lebih murah dibanding barbershop.

‘’Namanya rezeki tidak tertukar, yang penting kita memberikan yang terbaik terhadap pelayanan,’’ ujanya. (azka)

Editor : Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.