Pemko Siapkan Lahan 5 Ribu Meter Persegi, Untuk Pembangunan Pusat Daur Ulang Sampah

Rapat pembahasan persiapan pembangunan Pusat Daur Ulang Sampah di Ruang Berintegrasi Pemko Banjarmasin (foto:istimewa)
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Bekerja Sama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Ekonomi Indonesia Jerman (Ekonid), Kota Banjarmasin akan menjadi pilot project pembangunan pusat daur ulang sampah di Pulau Kalimantan. yang akan berlokasi di kawasan Banua Anyar.
Dalam perencanaan pembangunan pusat daur ulang sampah Pemko Banjarmasin mempersiapkan lahan seluas 5 ribu meter persegi, di lahan milik Pemko Banjarmasin di kawasan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Utara. Yang rencananya akan bekerja sama dengan KLHK dan Ekonid.
Dalam rapat yang digelar di ruang rapat Berintegrasi Balai Kota Banjarmasin, dihadiri juga oleh pihak Ekonid Jerman yaitu, Steven dan Kevin, kemudian Dinas PUPR, Kepala Barenlitbangda Kota Banjarmasin dan instansi terkait lainnya.
Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina mengatakan bahwa pusat daur ulang sampah ini nantinya hanya akan mendaur ulang sampah yang sudah dipilah.
“Sampah-sampai pilihan tersebut, nantinya akan didaur ulang menjadi barang berguna seperti, pupuk kompos, makanan ternak dan peralatan bangunan,” ujarnya, Selasa (28/1/2020)
Sementara itu, Kabid Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Ayu, menjelaskan, dengan dibangunnya kawasan tersebut, nantinya akan benar-benar mewujudkan kota smart city.
Hal positif lainnya dengan pembangunan kawasan tersebut adalah berkurangnya kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup.
“Ini sesuai visi dan misi ke 3 Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin yakni mengurangi kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup,” ucapnya.
Karena itu, ia berharap, bila nantinya kawasan tersebut terbangun, selain mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Bumi Kayuh Baimbai, juga akan menjadi kawasan percontohan untuk warga dan lingkungan.
“Sektor informal akan kita libatkan sebagai tenaga kerja, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman dan sebagai kawasan percontohan untuk warga dan lingkungan, serta bisa dapat menjadi aliran pendapatan baru untuk pemerintah kota dan swasta,” tuturnya.
Dengan dibangunnya pusat daur ulang itu, maka pembuangan sampah di TPA juga akan mengalami pengurangan yang berdampak pada penghematan pengeluaran anggaran dari Pemko Banjarmasin. (fachrul)
Editor : Amran