Pemko Kucurkan Dana Rp2 Miliar untuk Pengoptimalan PPKM Berskala Mikro di Banjarmasin

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemko Banjarmasin menganggarkan dana sebesar Rp2 miliar untuk optimalisasi pengoptimalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Banjarmasin khususnya di tingkat kecamatan.

Plh Sekda Kota Banjarmasin, Mukhyar, mengatakan bahwa Pemko Banjarmasin telah menganggarkan dana sebesar Rp2 miliar untuk optimalisasi PPKM di seluruh kecamatan di Banjarmasin.

“Kecamatan yang kebutuhannya lebih besar mungkin lebih besar lagi anggarannya tapi secara keseluruhan kita anggarkan Rp2 miliyar, jadi kurang lebih Rp400 juta untuk di tiap Kecamatan,” ucap Mukhyar, Senin (10/5/2021).

Mukhyar juga menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp2 miliar tersebut, peruntukannya bukan untuk honor petugas, melainkan anggaran untuk optimalisasi pelaksanaan PPKM.

“Bukan untuk honor tapi untuk kegiatan PPKM ruang lingkup di setiap Kecamatan masing-masing, guna memutus mata rantai Covid-19,” imbuhnya.

Dengan adanya sokongan dana ini diharapakan pelaksanaan PPKM bisa maksimal, dan tidak ada lagi alasan PPKM tidak bisa berjalan dengan baik dan semestinya.

“Tidak ada alasan lagi PPKM mikro tidak berjalan karena sudah didukung oleh dana anggaran dari pemerintah untuk kegiatan PPKM itu,” tegasnya.

“Untuk prosesnya pihak kecamatan tinggal melakukan administrasi pencairan dana saja yang mereka urus,” terangnya.

Sementara ketika dikonformasi Camat Banjarmasin Tengah, Diyanoor, berkaitan penyaluran dana PPKM tersebut, ia mengaku sudah mengusulkan pencairan dana, dan saat ini menunggu selesainya kajian dari inspektorat.

“Kami tidak berani bergerak langsung bila kajian tak kunjung selesai. Bila sudah selesai, baru kami siapkan pembentukan posko, kepanitiaan di tingkat kecamatan, kelurahan, dan membikin jadwal kegiatan,” ucapnya.

Menurutnya, dana itu sendiri sudah tersedia, dari total Rp2 Miliar disalurkan ke setiap Kecamatan yang totalnya sekitar Rp400 Juta.
“Tapi sekali lagi, kami belum berani bergerak bila belum ada lampu hijau,” ucapnya.

Ditanya terkait fokus penanganan. Menurut Diyanoor, dana itu nantinya disalurkan ke kelurahan-kelurahan lantaran di situlah fokus utamanya penanganan Covid-19.

“Di kecamatan, nanti lebih pada sosialisasi prokes. Mengingatkan warga lebih ketat menjalankan prokes,” pungkasnya.(fachrul)

Editor : Amran

Tinggalkan Balasan