Pekerja Kearsipan Harus Dipekuat dengan Orang Cerdas

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel, Abdul Haris Makkie meresmikan Pembukaan Diklat Kearsipan Pemprov Kalsel.(foto: nuha/klikkalsel)

BANJARBARU, klikkalsel.com- Pembukaan Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kearsipan di lingkungan Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) dilaksanakan di Kampus I Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel di Jalan Panglima Batur, Kota Banjarbaru, Senin (21/10/2019).

Peserta Diklat berjumlah lebih dari 30 orang, dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kalsel sekitar pukul 10.35 Wita.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor yang dalam hal ini diwakili Sekda Provinsi Kalsel, Abdul Haris Makkie resmi membuka kegiatan Diklat tersebut.

Kegiatan perkantoran dan kegiatan organisasi tidak lepas dari kegiatan-kegiatan yang bersifat administratif, seperti surat menyurat, serta pendukung informasi.

Menurut Haris Makkie, pengarsipan dengan menggunakan teknologi informasi mampu menambah ketelitian dalam pengarsipan.

“Mereka diberikan pelatihan bukan tidak paham, tetapi kita perlu melakukan penguatan-penguatan karena peraturan selalu berkembang, dan ilmu pengetahuan teknologi tentang kegiatan kearsipan juga berkembang, itulah yang diberikan penguatan kepada mereka,” ujarnya.

Tugas BPSDMD dalam pengelolaan arsip diharapkan bukan terdiri dari orang-orang yang sembarangan, hal tersebut disebabkan memerlukan ketelitian dan kecerdasan.

Diperlukan orang-orang yang mampu memilah, mana arsip yang penting, yang rutin masuk, terkait pengelolaan keuangan, dan arsip umum lainnnya.

“Saya berharap orang-orang yang bekerja di BPSDMD adalah orang yang cerdas, sehingga memahami sistem kearsipan,” kata Haris Makkie.

Haris Makkie menambahkan, pengelolaan arsip harus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, karena ada arsip yang umurnya lebih dari 10 tahun baru bisa dihapuskan.

Juga ketika dokumen arsip seorang pegawai mendapatkan promosi kenaikan jabatan, jika hilang akan menjadi kendala bagi pegawai tersebut.

“Saya yakin mereka sudah menguasai pengarsipan, hari ini merefresh kembali pengetahuan pengalaman yang mereka sudah lakukan, lancar kaji karena diulang, hormati, cintai pekerjaan yang anda kerjakan,” imbuhnya.

BPSDMD Provinsi Kalsel dalam pengarsipan secara bertahap mengikuti perkembangan teknologi yang lebih maju, mulai mengurangi penggunaan kertas secara perlahan dan beralih ke digital.

“Yang jelas kita mempersiapkan orang-orang yang akan mengelola arsip di SKPDnya masing-masing, sehingga arsip-arsip kita yang ada tidak berserakan dan bisa ditata lebih baik agar ketika diperlukan dengan cepat dapat digunakan,” tutup Kepala BPSDMD Kalsel, Muhammad Nispuan.
(nuha)

Editor : Amran