Pedagang Ketupat Kehilangan Pelanggan Luar Daerah

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Jelang lebaran, suanana Kampung Ketupat, Banjarmasin akan diramaikan warga membeli Urung Ketupat (ketupat yang belum berisi beras). Namun, akibat wabah Covid-19, hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri, kawasan tersebut agak sepi.

Bahkan pembelinya yang berasal dari luar daerah, seperti Muara Teweh, Kapuas, Palangkaraya dan Anjir juga tak terlihat mampir ke Kampung Ketupat.

“Dampaknya luar biasa dialami, di masa pandemi Covid-19, 50 hingga 60 persen omzet sangat menurun,” ujar pedagang ketupat setempat Hasanah, kepada wartawan klikkalsel.com, (22/5/2020)

Kalau dulu, kata dia, pedagang urung ketupat yang dadakan pun banyak, saat ini sangat sedikit yang berjualan dibanding tahun lalu.

Dikatakannya pula, H-2 seperti sekarang seharusnnya sudah banyak pembeli, termasuk pembeli dari luar daerah.

“Biasanya pembeli dari luar Banjarmasin banyak, mungkin PSBB hingga mereka tak bisa ke sini,” ucap Hasanah yang sudah Puluhan tahun berjualan Urung Ketupat.

Hal yang sama pun diungkapkan Idah. Menurutnya, tahun ini sangat berdampak, para pedagang urung ketupat tak berani membuat banyak, sebab takut tak laku hingga mengalami kerugian.

“Hampir 50 persen pembuatan dikurangi, sabab tahun ini sangat terasa sulitnya penjualan,” katanya yang sudah menjadi pedagang urung kerupat hampir 15 tahun ini. (azka)

Editor : Akhmad