Musim Hujan, Dinkes Ingatkan Pihak Sekolah Cegah DBD

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli.

BANJARMASIN, klikkalsel – Musim penghujan dikhawatirkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Oleh karena itu Dinas Kesehatan Banjarmasin mulai meningkatkan pencegahan penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu.

Meski belum resmi didapat kasus DBD, langkah kewaspadaan tetap harus dilakukan dengan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan Menguras, Menutup dan Mengubur (3M).

“Dengan dilakukannya pencegahan tersebut, diharapkan tak terjadi kasus DBD,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi, Sabtu (11/1/2020).

Musim hujan, kata dia, pertumbuhan jentik nyamuk seperti aedis aegypti atau nyamuk penyebab utama Demam Berdarah Dengue (DBD) akan meningkat. Jadi, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk sangat perlu dilakukan, agar warga tidak terserang gigitan nyamuk yang menyebabkan penyakit mematikan itu.

“Kami sudah melaksanakan sosialisasi terkait ini, agar warga dapat waspada dan melaksanakan 3M di tempat tinggal masing-masing,” ungkapnya.

Langkah pemberantasan sarang nyamuk lainnya, bisa dengan menguras bak penampungan air, menutup dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan, juga harus dilakukan di lingkungan sekolah, terutama pada bagian bak penampungan air di toilet atau WC.

“Di sekolah juga sangat rawan tumbuh dan berkembang penyakit DBD ini, karena terdapat bak penampungan air. Bahkan bisa saja jarang dibersihkan atau dikuras,” ingatnya.

Diharapkan, pihak sekolah lebih menggiatkan upaya kebersihan lingkungan dan bak penampungan air. Untuk meminimalisir tumbuhnya sarang nyamuk di genangan air dan bak penampungan.
“Terutama SD, karena banyak anak-anak yang rentan terjangkit penyakit ini,” jmbaunya.

Ia memastikan,  pihaknya lebih meningkatkan lagi upaya sosialisasi termasuk melakukan langkah pengasapan atau fogging di kawasan yang dinilai rawan penyebaran penyakit.(farid)

 

Editor : Amran

 

Editor : Akhmad